Sabtu, 20 Jun 2026 02:20 WIB

Tunjukkan Komitmen Peningkatan RTLH, Ini yang Dilakukan Pemkab Jombang

Rehab rumah tak layak huni (RTLH) di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Jombang.(Foto-foto: Dinas Perkim Jombang)
Rehab rumah tak layak huni (RTLH) di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Jombang.(Foto-foto: Dinas Perkim Jombang)

jatimnow.com - Wujudkan komitmen peningkatan rumah tak layak huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), terus melakukan upaya rehab sejumlah rumah masyarakat yang tak layak huni.

Seperti yang dilakukan Dinas Perkim Jombang, pada pelaksanaan rehab RTLH di kawasan Desa Katemas, Kecamatan Kudu. Kegiatan ini merupakan kegiatan rehab RTLH yang didanai dari dana alokasi khusus (DAK) bidang perumahan tahun 2022.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Kepala Dinas Perkim Jombang, Heru Widjajanto menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Jombang tetap berkomitmen dalam melaksanakan rehab RTLH, baik melalui program DAK, bidang perumahan maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Yang di dalamnya mensyaratkan tersedianya dana sharing yang bersumber dari APBD Kabupaten Jombang untuk menunjang pelaksanaan program tersebut antara lain untuk upah tenaga pendamping lapangan, fasilitasi kegiatan, biaya umum, dan lain sebagainya," ungkapnya, Jumat (2/12/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan pada tahun anggaran 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Jombang mendapatkan DAK bidang perumahan yang ditujukan untuk melakukan rehab sebanyak 51 rumah warga tidak mampu, yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

Baca Juga: Gus Fawait Targetkan Bedah 1.000 Rumah Tak Layak Huni di Jember Tahun Ini

"Lokasinya tersebar di 3 desa di Kecamatan Kudu. Pertama Desa Katemas sebanyak 16 unit, Desa Kudubanjar sebanyak 19 unit, dan Desa Sumberteguh sebanyak 16 unit," terangnya.

Heru menyebut, alokasi anggaran rehab tiap unit rumah pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu dari Rp20 juta menjadi Rp35 juta untuk tiap unit.

"Untuk kebutuhan material sebesar Rp32,5 juta, serta upah pekerja dipatok sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp2,5 juta," paparnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Heru mengaku, pada saat ini, proses pelaksanaan fisik atau pembangunan secara swadaya oleh penerima bantuan telah mencapai 100 persen.

"Saat ini sedang kami laksanakan monitoring terhadap hasil pembangunan tersebut yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pencairan upah tahap akhir," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.