Kamis, 18 Jun 2026 13:56 WIB

Dinas Perkim Jombang Tingkatkan Kualitas Puluhan Rumah Tak Layak Huni

Penyerahan buku tabungan pada penerima bansos RTLH di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Penyerahan buku tabungan pada penerima bansos RTLH di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, gelontorkan dana ratusan juta untuk bantuan sosial (Bansos) rumah tak layak huni (RTLH) pada tahun 2022.

Ada 31 penerima Bansos RTLH yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Kepala Dinas Perkim Jombang, Heru Widjajanto menjelaskan pada tahun ini, pihaknya telah mengajukan di anggaran PAPBD 2022, untuk pelaksanaan kegiatan RTLH.

"Ada sebanyak 31 unit rumah tidak layak huni dengan anggaran Rp590.000.000 yang telah disiapkan pemerintah," kata Heru, Kamis (1/12/2022)

Lebih lanjut ia menjelaskan 31 rumah, itu tersebar di beberapa Kecamatan yang ada di Jombang. Lokasinya ada di Kecamatan Plandaan, Ngoro, Ngusikan, Perak, Gudo, Jombang dan Bandarkedungmulyo.

"Plandaan itu ada 7 unit, Ngoro 1 unit, Ngusikan ada 10 unit, Perak ada 4 unit, Gudo ada 4 unit, Jombang ada 2 unit, dan Bandar ada 3 unit," paparnya.

Dijelaskan Heru, untuk besaran anggaran RTLH yang masing-masing diterima warga ini beragam.

"Besarannya bervariasi, mulai dari 10 juta rupiah hingga 20 juta rupiah," ucapnya.

Baca Juga: Gus Fawait Targetkan Bedah 1.000 Rumah Tak Layak Huni di Jember Tahun Ini

Ia menyebut, besaran anggaran bervariasi karena berdasarkan tingkat penanganan rumah yang ditingkatkan kualitasnya.

"Besaran anggaran tersebut sesuai dengan tingkat penanganan atau kerusakan masing-masing rumah yang direhab, anggaran tersebut sudah termasuk belanja material dan upah pekerja," bebernya.

Ia mengaku proses penyerahan buku tabungan Bank Jatim untuk para penerima bantuan sudah dilakukan pada tanggal 14 dan 15 November kemarin. Buku tabungan ini diserahkan secara langsung ke masing-masing penerima bantuan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Setelah serah terima tabungan dana akan ditransfer oleh Bank Jatim ke masing-masing penerima bantuan untuk segera dibelanjakan material dan di bayarkan kepada pekerja," terang Heru.

Ia menegaskan jika pelaksanaan program ini sudah berlangsung sejak kemarin.

"Untuk saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 65 persen. Kami berharap dipertengahan bulan Desamber nanti pekerjaan sudah selesai 100 persen," pungkas Heru. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.