Senin, 22 Jun 2026 23:49 WIB

CMK Resmikan Gerai ke-100 di The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya

Petronella Soan (COO PT Central Mega Kencana) dan Dedy Ahmad Kurnia (Plt Direktur Bidang Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf RI) saat menandatangi kerja sama. (Foto: CMK for jatimnow.com)
Petronella Soan (COO PT Central Mega Kencana) dan Dedy Ahmad Kurnia (Plt Direktur Bidang Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf RI) saat menandatangi kerja sama. (Foto: CMK for jatimnow.com)

jatimnow.com - Setelah menjadi perusahaan retail perhiasan terbesar di Asia Tenggara yang terpercaya, Central Mega Kencana (CMK) meraih tonggak prestasi dengan meresmikan gerai ke-100 di The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya.

CMK yang menaungi merek-merek perhiasan ternama seperti MONDIAL, Frank & Co, dan The Palace Jeweler, berbangga dalam pencapaiannya ini membuka sekaligus menandai hadirnya gerai ketiga The Palace Jeweler di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Gerai baru di Surabaya ini juga menjadi bukti pencapaian CMK yang telah puluhan tahun berkiprah sebagai pelaku terdepan dalam industri ritel perhiasan Nusantara. Capaian ini juga menjadi sebuah capaian yang menjadi tolak ukur baru bagi pelaku-pelaku ritel perhiasan di Indonesia.

Momentum yang juga menjadi tonggak sejarah baru ini pun menjadi sebuah roda penggerak bagi CMK untuk semakin berinovasi dan berekspansi. Hal ini terejawantahkan melalui sebuah perayaan seremonial pembukaan gerai yang megah, meriah, namun tetap bersahaja yang dihadiri oleh segenap internal CMK serta rekanan-rekanan CMK, di gerai The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya.

Pada kesempatan itu, dimeriahkan pula dengan penampilan hasil kolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval dan Food and Beverages dari chef kenamaan asal Surabaya, Chef Ken dan figur publik, Zeezee Shahab.

"Mimpi 26 tahun yang lalu terwujudkan serta menjadi babak baru dalam terciptanya inovasi, inisiasi, bahkan impian-impian baru. Karena, sudah seyogyanya bahwa momen dibukanya toko kami yang ke-100 juga menjadi penanda komitmen kami dalam meningkatkan mutu, kemutakhiran, pelayanan, serta perluasan dari kiprah kami," ucap COO CMK Petronella Soan, dalam siaran resminya, Senin (28/11/2022).

Megastore dengan berbagai pilihan perhiasan gerai ke-100 dari CMK ini mengusung konsep megastore khas The Palace Jeweler untuk memberikan pengalaman berbelanja perhiasan yang unik dan tak terlupakan bagi para pelanggan.

Sama seperti pada gerai-gerai sebelumnya, The Palace Jeweler juga menjadikan gerai terbaru ini sebagai sebuah 'one stop shopping destination'. Artinya, konsumen tidak perlu berpindah-pindah gerai untuk bisa menemukan perhiasan yang diinginkannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Konsep ini juga ditunjang oleh layanan terbaik dari The Palace Jeweler. Seluruh staf telah melalui proses training untuk bisa memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi para pelanggan.

Di samping itu, interior gerai juga didesain agar membuat konsumen merasa nyaman selama berbelanja perhiasan di gerai perhiasan The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya.

General Manager The Palace Jeweler Jelita Setifa juga mengungkapkan, tonggak keberhasilan The Palace Jeweler ini tak terlepas dari konsistensi The Palace yang selalu mengedepankan budaya Indonesia, dalam mengembangkan karya lokal berkualitas tinggi dengan ditopang pelayanan terbaik.

"Kampanye kami masih sama, memasyarakatkan perhiasan khususnya berlian dan emas. Jadi khusus emas, kami mengedukasi, belajar mengenai kadar yang tepat, supaya pelanggan menjadi pandai dan kritis setiap membeli emas tidak hanya menanyakan harganya, tapi kadarnya dan kandungannya," ucap Jelita.

Di kesempatan itu, nampak juga dilakukan penandatanganan kerja sama co-branding antara Kemenparekraf dengan The Palace Jeweler. Hal ini menjadi penanda jika The Palace Jeweler yang menjadi brand perhiasan pertama di Indonesia yang menjadi mitra co-branding dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

PLT Direktur Bidang Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf RI Dedi Ahmad Kurnia menyatakan antusiasmenya terhadap momen penandatangan kerja sama co-branding dengan The Palace Jeweler,

"Perhiasan merupakan salah satu unsur budaya Indonesia yang telah ada sejak jaman kerajaan dan bersumber dari alam kita sendiri. Sayangnya saat ini perhiasan-perhiasan dari mancanegara justru menjadi primadona di negara Indonesia, padahal bisa saja bahan bakunya berasal dari Indonesia. Dengan kerjasama co-branding Wonderful Indonesia bersama The Palace Jeweler, maka kita akan menggaungkan kembali kejayaan perhiasan Indonesia di negeri sendiri yang juga turut mendukung gerakan 'belikreatiflokal' sekaligus menunjukkan kepada dunia internasional, the Wonderful Indonesia Jeweller," papar Dedi Kurnia.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.