Kamis, 18 Jun 2026 01:44 WIB

Belajar dari YouTube, Siswa SMAN 1 Pulung Ponorogo Buat Miniatur Reog Kardus

Miniatur reog dari kardus karya siswa SMAN 1 Pulung (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Miniatur reog dari kardus karya siswa SMAN 1 Pulung (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siswa SMAN 1 Pulung, Ponorogo membuat miniatur reog. Bukan dari kayu atau stik es krim, tapi limbah kardus yang dimanfaatkan oleh siswa putih abu-abu ini

Empat siswa memanfaatkan waktu istirahatnya. Mereka duduk di gazebo SMAN 1 Pulung. Beberapa kardus diambil dari koperasi maupun kantin sekolah setempat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kemudian salah satu siswa membuat pola reog. Lalu dengan lincahnya tangan mereka menggunting pola reog. Siswa yang lain juga membuat pola kepala reog. Lagi-lagi kepala reog ini dari kardus. Tetapi kardus yang dipilih yakni yang tipis.

Pun membuat gambar kepala reog dengan pulpen maupun diwarnai. Siswa lainnya membuat pola merak. Untuk pola merak, mereka juga memanfaatkan kardus. Siswa yang keempat, menggabungkan pola-pola yang telah dibuat dengan lem.

"Kami belajar dari YouTube untuk membuat miniatur reog dari kardus," ujar Nova Yofi Amsyahri, Senin (28/11/2022).

Dia mengaku proses pembuatan miniatur reog dengan bahan kedua tidak terlalu sulit. Hanya memerlukan kardus bekas yang biasa dibuang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Dari pada kardus dibuang sia-sia, lebih baik dimanfaatkan saja. Jadi bernilai jual tinggi,” kata Nova.

Dalam proses pembuatan miniatur ini, yang paling sulit adalah membuat kepala reog.

"Sulit itu karena mencocokkan sama dengan pola lainnya. Ini miniatur laku kok dijual.
per centimeternya adalah Rp1 ribu,” terang Nova.

Sementara Kepala SMAN 1 Ponorogo Joko Wilis Putro mengatakan miniatur reog dari kardus ini merupakan proses untuk menggerakkan siswa SMAN 1 Pulung berkarya. Ini awal mengaitkan kearifan lokal.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Dia mengaku rencananya memang akan dijual. Juga masuk dalam kurikulum merdeka agar menginspirasi seluruh siswa SMA menghasilkan produk untuk dijual.

"Inspirasi ketika lulus menghasilkan yg memiliki nilai jual,” pungkas Joko.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.