Sabtu, 20 Jun 2026 20:35 WIB

Viral Video Warga Bawa Keranda Jenazah Terjang Arus Sungai di Ponorogo

Warga membawa keranda jenazah menerjang arus sungai di Ponorogo (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram @infoponorogo)
Warga membawa keranda jenazah menerjang arus sungai di Ponorogo (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram @infoponorogo)

jatimnow.com - Sebuah video yang berisi sejumlah orang membawa keranda jenazah menerjang arus sungai, viral di media sosial. Peristiwa disebut terjadi di Kelurahan Kadipaten, Kacamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Video itu salah satunya diposting akun Instagram @infoponorogo. Postingan itu telah disukai sebanyak 3.192 kali dan mendapat 91 komentar.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Lokasi: Munggungan, Kadipaten, Wakanda. Sugeng tindak Pak Slamet (selamat jalan Pak Slamet)," tulis akun itu seperti dilihat jatimnow.com, Sabtu (26/11/2022).

Dalam video itu terlihat beberapa warga sedang memanggul keranda jenazah. Mereka saling bahu membahu saat menyeberangi sungai yang penuh dengan air.

"Kejadiannya tadi pagi. Ya di sini ini (Kelurahan Kadipaten) ke Makam Gedong," ujar salah satu warga, Ahmad Darori.

Dia menjelaskan bahwa warga sudah berinisiatif membuat jembatan sesek. Namun dua kali dibangun, dua kali pula hanyut terbawa arus sungai yang meninggi akibat hujan deras.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Menurutnya, video yang beredar adalah hal lumrah. Karena jalur paling dekat menuju Makam Gedong adalah dengan menyeberang sungai. Tidak hanya pada saat ada orang meninggal dunia, tapi juga saat ingin berziarah.

"Soalnya Makam Gedong itu tempat kakek, buyut dan mbah para warga di sana. Saya pun kalau meninggal maunya dimakamkan di sana," terang Darori.

Darori menjelaskan, sebenarnya ada jalur lain, tapi warga harus memutar hingga 3 kilometer melalui Desa Cekok, Kecamatan Babadan.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

"Kalau menggotong segitu jauh, ya ndak sanggup. Jadi mau nggak mau, warga harus lewat sini kalau mau memakamkan jenazah," sambung dia.

Darori berharap ada perhatian khusus dari Pemkab Ponorogo untuk pembangunan jembatan. Sebab jembatan ini vital bagi warga.

"Namanya orang melayat atau takziah, pasti takut dan khawatir kalau lewat sungai. Kan ada yang bisa berenang dan nggak, takut kalau ada yang tenggelam atau hanyut kan bahaya," pungkas Darori.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.