Kamis, 18 Jun 2026 09:31 WIB

Wawali Harapkan HSNI Mampu Akomodir Aspirasi Nelayan Kota Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 20 Nov 2022 17:55 WIB
Pelantikan pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan masa jabatan 2022-2027 di RM Kurnia Kota Pasuruan. (Foto: Pemkot Pasuruan)
Pelantikan pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan masa jabatan 2022-2027 di RM Kurnia Kota Pasuruan. (Foto: Pemkot Pasuruan)

jatimnow.com - Kota Pasuruan menyimpan potensi bahari yang besar. Memiliki wilayah pesisir pantai di sisi utara, membuat sebagian masyarakat Kota Pasuruan berprofesi sebagai nelayan.

Potensi hasil perikanan yang besar tersebut jika tidak mampu dikelola dengan baik, tentu hasilnya tidak akan maksimal dan berdampak pada tingkat kesejahteraan nelayan.

Baca Juga: Daftar Bakal Calon Kepala Daerah 2024 yang Terima Rekom dari Golkar Jatim

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi) ketika menghadiri pelantikan pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan masa jabatan 2022-2027 di RM Kurnia Kota Pasuruan pada Jumat (18/11/2022) lalu.

"Para pengurus HNSI ini diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi para nelayan. Apalagi pengurusnya juga ada yang juga berprofesi sebagai nelayan. Semoga keberadaan HNSI mampu menopang nelayan kita agar semakin hari bertambah baik dan kehidupannya sejahtera," jelas Mas Adi, dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus HNSI.

Ia mengatakan bahwa sayang sekali jika potensi laut Kota Pasuruan yang besar tidak mampu dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan nelayan.

Untuk itu dirinya berpesan dengan adanya organisasi seperti HNSI, mampu bermanfaat dalam berbagai hal di kehidupan nelayan, terutama dalam mengakomodir gagasan dan program penguatan kehidupan nelayan Kota Pasuruan.

"HNSI Kota Pasuruan harus solid dan guyub rukun. Jika internal solid dan guyub, akan mudah untuk mengakomodasi aspirasi," pesannya.

Mas Adi juga sempat membahas kondisi lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) yang berlokasi di Kelurahan Ngemplakrejo, yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal oleh para nelayan.

Hal tersebut juga diharapkan oleh Mas Adi untuk mampu dirembug oleh semua pihak agar bagaimana fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah mampu dimanfaatkan demi peningkatan hasil penjualan ikan nelayan.

Baca Juga: Mas Adi Mengapresiasi dan Mendukung Lomba Panah Kota Pasuruan

"Kita juga sudah memiliki TPI yang bangunannya juga representatif namun sayang belum bisa dimanfaatkan oleh nelayan kita. Padahal adanya TPI diharapkan mendukung dan memudahkan proses jual beli ikan kepada masyarakat. Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kita semua yang harus didiskusikan bersama," katanya.

Wawali pun berpesan agar HNSI dan para nelayan mampu menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem pantai. Eksplorasi hasil laut menurutnya juga harus dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian alam.

Ia juga berpesan agar HNSI ikut mengawasi para nelayan agar tidak memggunakan alat tangkap yang dilarang oleh peraturan.

"Jika tidak seimbang dan ikut menjaga, akan ada dampak buruk terhadap kelangsungan ekosistem laut kita. Mangrove kita sudah cukup bagus, jamgan dirusak dengan budaya buang sampah sembarangan," lanjutnya.

Baca Juga: Upacara Peringatan HUT PMI Ke-78, Mas Adi Ingin Insan PMI Terus Maksimalkan Peran di Masyarakat

Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, Mas Adi mengatakan bahawa semuanya harus berawal dari sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Terlebih peran HNSI sangat vital di tengah kehidupan nelayan. Ia berharap agar HNSI tidak hanya berupa organisasi yang tidak bisa menunjukkan eksistensinya.

"Harus kita urai bersama persoalan nelayan saat ini. Salah satunya kelangkaan bahan bakar. Kita punya mimpi suatu saat kita punya SPBU khusus nelayan yang berlokasi dekat pantai," ucapnya.

Kepada Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan yang juga hadir dalam pelantikan tersebut, Wawali juga berpesan untuk menjaga sinergi dengan para nelayan.

"HNSI disini perannya seperti dokter yang mendiagnosa keluhan nelayan. Saya berpesan kepada dinas perikanan agar berkomunikasi yang baik agar nelayan merasa dianungi dan pemerintah hadir di tengah-tengah nelayan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.