Senin, 22 Jun 2026 14:11 WIB

Seorang Pemotor Terluka Dipukuli Massa Buruh yang Demo UMK di Surabaya

Pemotor yang dipukuli massa buruh saat melapor ke Mapolsek Tegalsari, Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Pemotor yang dipukuli massa buruh saat melapor ke Mapolsek Tegalsari, Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pengendara motor di Surabaya mengaku dipukuli puluhan buruh yang menggelar demo menuntut kenaikan UMK.

Korban mengalami luka memar di kepala dan ulu hati. Motor pria itu juga rusak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Korban bernama Afif Yuda Wijaya (28) warga Jalan Sarutama, Semampir, Surabaya. Dia mengaku dikeroyok saat melintasi aksi demo buruh di kawasan Jalan Raya Darmo pada Kamis (17/11/2022).

Kaus pengeroyokan itu sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tegalsari.

Yuda mengaku, saat itu dirinya sedang tergesa-gesa melakukan perjalanan dari arah Jalan Raya Darmo menuju Jalan Jembatan Merah, untuk menjemput istrinya yang saat itu sedang sakit.

"Sekitar jam 5 lebih, saat itu portal di depan Bonbin (Kebun Binatang Surabaya) dibuka. Karena dibuka, saya lewat saja. Setelah melintas di kawasan Bungkul, kok ada demo, terjebak nggak bisa berputar," ungkap Yuda.

"Kemudian terpaksa saya melewati rombongan para orator demo itu dengan minta izin. Setelah itu saya lewati semua sambil bilang amit-amit (permisi). Semua mobil komando saya lewati. Giliran massa terakhir, saya dilihat, siapa kamu. Kemudian dia turun, saya turun. Lalu dipukulin orang banyak," paparnya.

Yuda ingat betul ketika dipukuli, berada di Jalan Raya Darmo sebelum Traffit Light Polisi Istimewa. Setelah dipukuli, dia ditolong seseorang agar bisa lolos dari aksi pengeroyokan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Iya setelah JPO (jembatan penyeberangan orang) sebelum lampu merah. Setelah keributan, saya dirangkul oleh orang badannya besar. Uda mas saya kawal. Motor saya dinaiki dia sampai melewati lampu merah, dia bilang mas sepurane arek-arek, bilang begitu," ungkap Yuda.

Yuda yang tidak mengetahui apa kesalahannya, sehingga dipukuli.

"Ini gigi atas bawah goyang, bibir luka, jidat benjol. Bisa dilihat sendiri. Ini sakit (perut), dipegang aja sakit, buat nafas nggak enak. Makanya tadi visum. Salah saya apa," ujarnya.

Selain bagian kepala banyak yang memar, dia juga mengaku pada bagian ulu hatinya terasa berat ketika dibuat bernafas. Bahkan motor yang dikendarainya rusak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Pokoknya setelah kejadian pengeroyokan itu, muka, kepala terasa cenut-cenut dan pada dada saya kalau bernafas gitu terasa berat," tambahnya.

Sementara Kapolsek Tegalsari, Kompol Dwi Nugroho membenarkan bahwa korban sudah membuat laporan polisi.

"Benar, korban sudah melaporkan kejadian itu. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tegas Dwi Nugroho.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.