Kamis, 25 Jun 2026 19:34 WIB

Berkat Anabul, Pria di Ponorogo Dapatkan Pasangan Hingga Cuan

Arya Fathurohman menunjukkan salah astu kucing di belakang rumahnya yang disulap menjadi salon kucing. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Arya Fathurohman menunjukkan salah astu kucing di belakang rumahnya yang disulap menjadi salon kucing. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kegemaran terhadap anabul (sebutan kucing) membawa Arya Fathurohman warga Kabupaten Ponorogo, meraih cuan banyak. Bonusnya, pria berusia 19 tahun ini mendapatkan pasangan hidup. Lho kok bisa?

“Iya dapat istri, sekarang anaknya malah sudah dua (sambil menunjukkan kucing),” ujar Arya sambil tertawa ketika membuka percakapan dengan jatimnow.com, Jumat (18/11/2022).

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Jatimnow.com mencoba berkunjung ke rumah Arya, yang difungsikan sebagai salon, tepat di belakang rumah. Di sana terlihat beberapa kucing milik pelanggannya yang hendak digroming atau dimandikan khusus salon kucing.

Beberapa pelanggan juga datang ke rumahnya di Jalan Yos Sudarso. Customer yang datang umumnya menitipkan anabul, kemudian diambil setelah selesai digroming.

Iphied, sapaan akrab, Arya Fathurohman mengatakan ia sekadar suka dengan kucing sejak kecil. Namun sejak tahun 2017 hatinya terketuk untuk memelihara kucing.

Saat itu, bapak dua anak ini menemukan kucing di jalanan yang sedang sakit. Ia melihat kucing itu butuh pertolongan. Rasa kasihan itulah yang mendorongnya membawa pulang sang kucing. Ia kemudian merawat dengan cara otodidak.

Dari situ, ia mencoba memulai memelihara kucing ras. Ia membeli kucing ras minusan seharga Rp350 ribu. Duit yang ia gunakan hasil menabung sebagai karyawan swasta untuk membeli kucing ras.

Perlahan, lanjutnya, kucing miliknya di-upgrade ke jenis Persia tingkat tengah. Selanjutnya ia mengembangkan perawatan groming mandi atau salon kucing.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Iphied saat memandikan kucing milik salah satu pelanggannya. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)Iphied saat memandikan kucing milik salah satu pelanggannya. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Dia pun rela sekolah perawatan kucing, dan hasilnya membuka salon perawatan. Dalam sehari, bapak dua anak ini hanya membatasi tujuh kucing yang ia groming.

Jika lebih dari tujuh ekor, Iphied memilih untuk mengerjakan keesokan harinya. Menurutnya itu adalah salah satu caranya menjaga kualitas.

Beberapa usaha lain yang ia geluti adalah jasa kawin kucing, lepas adopsi, menerima penitipan kucing, sampai cat show.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Total dari sekadar hobby ia bisa mendapatkan duit minimal Rp6 juta. Tetapi juga bisa sampai Rp10 juta kalau mau full,” tegasnya.

Bonus lain adalah ketemu jodoh. Istrinya juga calon pembeli kucing saat itu. Tetapi tidak memiliki uang yang cukup, sehingga hanya membeli ke tempat yang sesuai budget.

Dari situ, Iphied sering berkomunikasi, hingga memberanikan datang ke rumah orang tua wanita yang kini menjadi istrinya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.