Selasa, 16 Jun 2026 10:16 WIB

Nawardi, Sosok di Balik Buku 'Parlemen Jalanan ke Parlemen Senayan'

Ahmad Nawardi (kanan) dan Abdul Chalik menunjukkan buku 'Perjalanan Parlemen Jalanan ke Parlemen Senayan' (Foto: UINSA for jatimnow.com)
Ahmad Nawardi (kanan) dan Abdul Chalik menunjukkan buku 'Perjalanan Parlemen Jalanan ke Parlemen Senayan' (Foto: UINSA for jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPD RI Ahmad Nawardi meluncurkan buku 'Parlemen Jalanan ke Parlemen Senayan' di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup Nawardi, dari seorang kernet hingga kini menjadi seorang senator.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ini adalah peluncuran buku yang pertama. Buku ini sudah terbit beberapa waktu lalu. Saya memikirkan di mana peluncuran buku pertama ini dilaksanakan, karena buku ini otobiografi," ujar Nawardi, dalam siaran resminya kepada jatimnow.com, Kamis (17/11/2022).

Dalam bukunya, Alumnus UINSA Surabaya itu juga menulis tentang perjalanan hidup, kisah, gagasan hingga ide. Sehingga, mengandung sisi ilmiah dan ilimiah. Karena menukil beberapa teori berdasarkan banyak tokoh dan ilmuan dunia.

"Itu yang membuat saya akhirnya berpikir, maka yang layak untuk meluncurkan buku ini di kampus. Bagi saya, kampus itu laboratoirum ilimah yang bisa menguji buku-buku yang saya tulis," sambungnya.

Tak hanya itu, dalam buku tersebut, juga ada sikap kritisnya terhadap politik, ekonomi, sosial dan Nahdlatul Ulama (NU). Termasuk bagaimana pemerintah bersikap terhadap rakyat.

"Tapi, tidak saya sampaikan secara langsung. Misalnya, bagaimana saya bercerita tentang Trunojoyo," tutur dia.

"Itulah yang menjadi pedoman saya dalam berkarir. Baik karir sebagai kernet waktu itu, sebagai pencuci mobil, bahkan ketua RT dan RW, jadi ustad, guru di TPA, jurnalis, mulai dari Duta, Bangsa dan Tempo," papar Nawardi.

Senator Ahmad Nawardi (kanan) dan Wagub Jatim Emil Dardak - (Foto: Inung for jatimnow.com)Senator Ahmad Nawardi (kanan) dan Wagub Jatim Emil Dardak - (Foto: Inung for jatimnow.com)

Dia berharap, kisah yang ia tulis dalam buku itu bisa menjadi inspirasi dari semua orang. Bahwa sebagai seorang petani, jurnalis, seorang kernet bisa juga menjadi seorang senator.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jangan berputus asa dengan keadaan bangsa seperti ini," ucapnya.

Di tempat sama, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga membagikan tips dan pola berfikir kritis kepada mahasiswa.

Caranya dengan tetap konsisten membangun keseimbangan atau balance of knowledge antara ilmu pengetahuan dan agama. Utamanya di bidang ilmu sosial dan ilmu politik. Karena dari situ isu-isu sosial masa kini bisa terjawab.

"Apa yang dilakukan di kampus, kegiatan apa yang digencarkan oleh PERS kampus, itulah yang mewarnai keseharian dan ikhtiar sang parlemen jalanan hingga sekarang ada di parlemen senayan," ujar Emil.

Emil juga mengajak mahasiswa FISIP UINSA terus mencapai balance of knowledge, sehingga dapat menjawab tantangan dan permasalahan masa kini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia optimis, mahasiswa dan alumni dari kampus berbasis keagamaan akan dapat saling mengayomi, toleran, dan memberikan contoh baik bersama.

Sementara Dekan FISIP UINSA, Dr Abdul Chalik mengaku kagum dengan konten pada buku karya Nawardi tersebut. Mulai keterlibatan seorang aktivis, kemudian dinarasikan dengan argumen-argumen yang teoristis dan akademis.

"Pak Nawardi melihat realitas Tahun 1990an, ketika dia terlibat di dalam kegiatan-kegiatan aktivis, ketika melakukan pengkritisan terhadap rezim Orde Baru saat itu. Jadi, buku ini betul-betul mampu menggugah siapapun pembaca. Bukan sekedar mahasiswa, tapi masyarakat secara umum," ungkap Chalik.

Chalik menambahkan, dalam buku itu juga berbicara mengenai bagaimana potret kehidupan dan sekaligus kemampuan untuk mengkritisinya.

"Saya rasa ini buku luar biasa dibanding buku-buku yang lain dalam rangka untuk menggerakkan semangat kita bahwa seorang kernet pun bisa menjadi pejabat di pemerintahan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.