Senin, 15 Jun 2026 19:36 WIB

APBD Tahun 2023 Bojonegoro Batal Ditetapkan, Dewan Beber Penyebabnya

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Bojonegoro meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan kajian ulang terhadap R-APBD tahun 2023. Permintaan ini yang menyebabkan APBD tahun 2023 Kabupaten Bojonegoro batal ditetapkan.

Pengakajian ulang itu dikarenakan adanya penambahan belanja yang cukup besar, yakni Rp349 miliar. Sementara anggaran tersebut di luar plafon anggaran yang telah ditetapkan pada pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2023 senilai Rp6,7 triliun.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Tentu saja penambahan belanja tersebut, membuat pembengkakan dari plafon anggaran yang telah ditetapkan.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto mengatakan bahwa penetapan APBD 2023 ada kemunduran. Hal ini disebabkan adanya penambahan anggaran belanja secara tiba-tiba, pada saat dilakukan pembahasan antara TAPD bersama banggar DPRD.

"Perlu ada penambahan waktu untuk dilakukan pengkajian ulang, karena adanya penambahan anggaran itu di luar plafon KUA PPAS tahun 2023, yang telah disepakati dan ditetapkan sebelumnya," ujarnya kamis (17/11/2022).

Ia menambahkan bahwa penambahan belanja tidak dimasukkan di dalam KUA PPAS. Itu sebabnya pihak Banggar DPRD meminta dikaji kembali terkait penambahan anggaran, dari sisi aturan.

Menurutnya, penambahan belanja dengan nilai fantastis itu sangat signifikan dari anggaran APBD yang disepakati Rp6,7 triliiun. Adanya pembahan Rp300 miliar lebih itu membuat APBD membengkak menjadi Rp7 triliun lebih.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Yang kita hawatirkan, pendapatan itu nutut atau tidak. Sementara tahun 2023 direncanakan defisit Rp2,1 triliun," sambungnya.

Pihaknya juga memastikan pembahasan APBD 2023 sesuai jadwal. Berdasarkan aturan Permendagri Nomor 19 Tahun 2019 tentang penyusunan APBD, yang menyebutkan bahwa pembahasan dan penetapan APBD paling lambat pada akhir November.

"Kita masih punya waktu dua minggu untuk menyelesaikan ini, kalau tidak ada penambahan secara mendadak ya mungkin sekarang sudah bisa diselesaikan (ditetapkan)," tandasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Sejauh ini pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih detail penambahan anggaran yang diajukan eksekutif dalam APBD senilai Rp349 miliar.

Sebelumnya, KUA PPAS APBD 2023 telah ditetapkan DPRD bersama Pemkab Bojonegoro dengan postur anggaran Rp6,7 triliun. Rinciannya, dari pajak pendapatan daerah Rp4,9 triliun dan penerimaan pembiayaan Rp1,7 triliun.

Sementara, untuk pengeluaran total Rp6,7 triliun, dengan rincian belanja daerah sebesar Rp6,2 triliun, dan pengeluaran pembiayaan Rp500 miliar.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.