Rabu, 24 Jun 2026 23:56 WIB

Yuk, Tengok Busana Retro Karya Mahasiswa UK Petra

Busana retro karya 28 mahasiswa UK Petra dipamerkan dalam Soerabaia Fashion Tren 2023. (foto: UK Petra for jatimnow.com)
Busana retro karya 28 mahasiswa UK Petra dipamerkan dalam Soerabaia Fashion Tren 2023. (foto: UK Petra for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 28 busana bertema “Retro” karya mahasiswa program Textile and Fashion Design Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ditampilkan dalam acara Soerabaia Fashion Tren 2023, di Oval Atrium Ciputra World Surabaya.

Acara ini diprakarsai Indonesia Fashion Chamber, Surabaya yang diharapkan karuya-karya mahasiswa bisa berbicara di panggung nasional.

Baca Juga: Mahasiswa UK Petra Kampanyekan Deteksi Dini Kanker Payudara

“Kegiatan ini sebagai implementasi pembelajaran bagi para mahasiswa di kegiatan berskala nasional,” urai penanggung jawab kegiatan, sekaligus dosen program Textile and Fashion Design UK Petra, Maria Nala Damayanti. Sabtu (12/11/2022).

Maria menambahkan para mahasiswa semester tiga dalam mata kuliah Design Thinking ini belajar banyak hal. Mulai dari membuat baju dengan konsep tertentu, menerapkan konsep desain dari sumber ide hingga mengenali trend fashion di masa yang akan datang.

“Mahasiswa kami beri waktu pengerjaan selama kurang lebih satu bulan, tentu saja dengan bimbingan beberap dosen mata kuliah Design Thinking,” jelasnya.

Sementara itu, dosen utama mata kuliah Design Thinking, Dibya Adipranata Hody mengungkapkan bahwa tema Retro sengaja dipilih. Sebab ini menjadi salah satu sub tema dalam trend forecasting 2023/24 dari buku Fashion Tren Forecasting 23/24.

Baca Juga: Petra Theatre Angkat Trauma Pelecehan Pria lewat “The Chain”

“Nantinya karya para mahasiswa ini akan masuk penilaian salah satu penilaian ujian akhir semester (UAS). Yang dinilai buku konsep dan satu wujud busana jadi. Termasuk di dalamnya desain pola, estetika dan banyak penilaian lain,” lanjut Dibya.

Ia yang juga Designer Indonesia Fashion Chamber ini menambahkan karya mahasiswa ini sagat unik. Ia menyebut karya Jessica Dorothy, yang membuat busana berjudul “Re-tro Today? Insert Coin To Play” yang bisa dikenakan usia 19-25 tahun.

Hal ini terinspirasi dari aesthetic retro pada tahun 80-an, yang mana Arcade Games saat itu menjadi salah satu permainan yang digemari.

Baca Juga: Ubaya dan UK Petra Cetak Pemimpin Kampus Melek AI

Jessica merinci, Arcade Games merupakan mesin permainan hiburan yang dioperasikan dengan koin yang terpasang di tempat-tempat bisnis umum seperti restoran, bioskop dan tempat lain.

“Ciri khasnya adalah karakteristik gambar yang masih berupa pixel. Sehingga desain baju saya konsep pixelnya dituangkan melalui bentuk pinggiran baju yang tidak rata dengan aksesoris yang nampak seperti pixel,” tutur Jessica.

Kemudian warna dasarnya hitam dipadukan dengan warna neon. Juga ditambahkan dengan sentuhan lampu LED seperti lampu neon.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.