Selasa, 16 Jun 2026 17:09 WIB

Pemkot Surabaya Bentuk Tim Khusus Tangani Bocah Gizi Buruk

Adi Slamet Nugroho (10)  anak dengan dugaan gizi buruk di Surabaya
Adi Slamet Nugroho (10) anak dengan dugaan gizi buruk di Surabaya

jatimnow.com - Bocah yang diduga mengalami gizi buruk menjadi perhatian penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Adi Slamet Nugroho (10) saat ini dirawat di RSUD dr Soewandhi dengan penanganan secara intensif oleh sejumlah dokter spesialis.

Beberapa dokter spesialis yang menangani Adi antara lain, dokter spesialis anak, spesialis rehab medik, spesialis kulit, spesialis patologi anatomi, spesialis radiologi, dan spesialis orthopedi anak.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tersebut, Adi juga mendapat pengecekan laboratorium lengkap dan pemeriksaan metabolisme nutrisi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, kondisi Adi akan dipantau secara intensif oleh tim dokter selama seminggu ke depan. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan normal. Nafsu makan Adi pun juga tidak ada yang aneh.

"Saat kita beri makan, selalu habis. Namun kami masih dalami apakah ada faktor penyakit lain yang menyebabkan berat badan Adi menurun drastis," terangnya, Rabu (1/8/2018).

Sementara itu, Kabag Humas  Pemkot Surabaya M. Fikser menampik bahwa kasus ini mencoreng Surabaya sebagai kota layak anak. Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya justru sangat perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Terkait kasus Adi, penurunan drastis terjadi sekitar dua tahun lalu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Fikser mengatakan, saat itu, sebenarnya sudah mendapat penanganan dari puskesmas setempat dan dirujuk ke rumah sakit. Namun, tampaknya pihak keluarga punya pilihan lain. Selama lebih kurang dua tahun, Adi dibawa ke Bangil, Blitar dan Nganjuk untuk diobati secara alternatif. Setelah itu, kondisi Adi kian memburuk.

"Akhirnya pihak kelurahan berinisiatif membujuk keluarga Adi agar bersedia dirawat di rumah sakit. Tidak hanya itu, kakek dan nenek Adi didaftarkan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS yang didanai oleh APBD Pemkot Surabaya. Serta, keluarga Adi ditawarkan untuk tinggal di rumah susun," ujar pejabat asal Serui ini.

Untuk merangsang perkembangan otaknya, lanjut Fikser, di rumah sakit Adi diberikan mainan edukatif. Selain itu, Pemkot menyiapkan guru khusus dari sekolah untuk memotivasi agar Adi mau bersekolah lagi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Febria menambahkan, setelah keluar rumah sakit, akan diberikan formulasi gizi oleh ahli gizi dinas kesehatan Kota Surabaya yang berkoordinasi dengan ahli gizi RSUD dr Soewandhie.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.