Kamis, 18 Jun 2026 03:42 WIB

Siasat Pelanggar Kelabuhi ETLE di Sidoarjo: Copot dan Buramkan Nomor Polisi

Ilustrasi traffic light dengan kamera ETLE di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ilustrasi traffic light dengan kamera ETLE di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejak diterbitkannya larangan tilang manual, jumlah pelanggar lalu lintas yang terekam kamera Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) di Sidoarjo mengalami kenaikan.

Para pelanggar menggunakan berbagai cara guna mengelabuhi kamera ETLE yang digunakan petugas untuk menilang secara elektronik berdasarkan pelat nomor kendaraan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

KBO Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Heri Nugroho menyebut bahwa fenomena mencopot pelat nomor bagian belakang kendaraan menjadi cara pelanggar agar terhindar dari tilang elektronik.

"Seringkali kami menjumpai hal tersebut. Ada lagi yang disamarkan nomor pelatnya agar tidak terdeteksi kamera," terang Heri, Kamis (10/11/2022).

Heri menjelaskan, cara tersebut banyak digunakan para pelanggar yang ada di kawasan Sidoarjo Kota, yang banyak terpasang kamera ETLE.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami berharap secepatnya ETLE portable dan kamera statis bisa ditambah," imbuhnya.

Sebagai informasi, tercatat dari awal November 2022 hingga hari ini, lebih dari 800 surat teguran telah dilayangkan kepolisian kepada pelanggar lalu lintas.

Heri mengatakan, dari total jumlah tersebut, 40% merupakan pegendara motor yang tidak menggunakan helm, melanggar marka, dan tidak menggenakan sabuk pengaman.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia menambahkan, surat itu hanya sebagai bentuk teguran saja dan belum sampai pada tahap penindakan tilang dengan denda ataupun pungutan lainnya.

"Kami sudah imbau ke petugas juga, dan jika ada masyarakat yang melihat atau mengalami itu monggo dilaporkan ke kami dan akan ditindak," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.