Senin, 22 Jun 2026 04:01 WIB

Keseruan Upacara Hari Pahlawan Berbahasa Krama Inggil di SMK PGRI 1 Ponorogo

Upacara dengan menggunakan pakaian adat dan bahasa Jawa (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Upacara dengan menggunakan pakaian adat dan bahasa Jawa (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Biasanya upacara di sekolah dilakukan dengan menggunakan seragam sekolah dan berbahasa Indonesia. Namun hal berbeda dilakukan SMK PGRI 1 Ponorogo, Kamis (10/11/2022).

Peserta upacara menggunakan pakaian adat dan menggunakan bahasa Jawa. Ratusan siswa menggunakan pakaian adat. Ada yang menggunakan kebaya, ada yang menggunakan baju ala warok serba hitam-hitam.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Para guru di sekolah yang terletak di Jalan Irawan itu menggunakan baju ala pahlawan. Atasan putih dan bawahan gelap. Juga hasduk merah putih.

Upacara dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa .

"Dhumateng sesepuh upacara, paring kinurmataaaaannnnn......tandya!!!" sebuah aba-aba berbahasa Jawa halus (krama inggil) terdengar dari halaman SMK PGRI 1.

Mendengar aba-aba tersebut, peserta upacara ini serta merta memberi hormat kepada pemimpin upacara, sebagaimana upacara umumnya. Namun sebagian banyak siswa itu cekikikan tak kuasa menahan tawa.

Baca Juga: Belasan Pelajar di Tulungagung Tumbang Saat Mengikuti Upacara

Maklum saja, walaupun berada di Jawa mereka juga tidak terbiasa menggunakan bahasa Jawa halus. Kendati demikian, upacara sendiri berlangsung dengan khidmat. Semua peserta dengan seksama mengikuti setiap tahapan upacara, mulai dari pembacaan Pancasila hingga mengheningkan cipta.

Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Djemito menjelaskan upacara tersebut digelar dengan adat Jawa tujuannya melestarikan tradisi dan budaya Jawa. Pasalnya, saat ini untuk budaya Jawa sudah mulai terkikis.

"Kita juga ikut mengenang jasa-jasa orang jawa dulu yang ikut berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia," ucap Djemito, Kamis pagi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dengan upacara menggunakan bahasa Jawa dan menggunakan pakaian ada bisa meningkatkan kecintaan para siswa SMK PGRI 1 Ponorogo terhadap bangsa dan negara. Sesuai dengan pesan presiden pertama RI, Ir Soekarno.

"Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, karena bangsa yang besar tidak meninggalkan sejarahnya,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.