Sabtu, 20 Jun 2026 20:13 WIB

Waspada! Gangguan Mata Akibat Diabetes di Lamongan Intai Anak Muda

Seorang pasien memeriksakan mata di klinik mata, Lamongan. (foto: Adyad Iffansyah/jatimnow.com)
Seorang pasien memeriksakan mata di klinik mata, Lamongan. (foto: Adyad Iffansyah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gangguan penglihatan yang dipicu penyakit diabetes atau retinopathy diabetic menyita perhatian. Sebab, penyakit ini mulai menyerang anak muda.

Dinas Kesehatan Lamongan mencatat sepanjang tahun 2021 angka penderita retinopathy diabetic di wilayahnya mencapai 22.580, dengan rentang usia 55-59 tahun. Angka itu diketahui naik dibandingkan tahun 2020, yang tercatat 21.633 orang.

Baca Juga: Terobosan! Mahasiswa UNAIR Temukan Cara Obati Diabetes dengan Sel Punca

“Untuk penderita diabetic retinopathy di Lamongan masuk 10 besar di Jawa Timur,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Lamongan, dr. Indra Tsani, Rabu (9/11/2022).

Hal senada disampaikan penanggung jawab Klinik Mata KMU Lamongan dr. Irma Suryani, SpM yang menyatakan selama periode Agustus-Oktober 2022 terdapat 192 pasien penderita retinopathy diabetic.

“Rata-rata pasien yang mengalami gangguan penglihatan karena diabetes berusia 54 tahun. Bahkan penderita ini sudah menyasar anak muda. Pasien kami ada yang usianya 27 tahun, dan sudah menderita gangguan penglihatan,” ungkap Irma.

Baca Juga: 671 Warga Lamongan Terjangkit DBD Selama Januari-Juni 2025

Selain retinopathy diabetic, lanjut Irma, ada beberapa gangguan mata lain yang berisiko untuk penderita diabetes. Seperti glaukoma, katarak hingga perubahan ukuran kacamata.

“Rutin periksa mata kurang lebih satu tahun sekali, apalagi dengan keluarga yang memiliki riwayat diabetes hingga hipertensi. Saya rasa langkah ini bisa untuk pencegahan dini," imbuhnya.

Baca Juga: Dinkes Lamongan Antisipasi Dini Penyebaran Covid-19, Belajar dari Pengalaman

Salah satu pasien klinik mata KMU Lamongan, Aulia Vernanda (20) warga Glagah mengaku rutin memeriksakan kesehatan mata. Sebab ia memiliki riwayat keluarga dengan keluhan mata. Selain itu, Aulia mengaku melakukannya untuk menjaga kesehatan mata sejak dini.

“Saya rutin periksa kesehatan, kalau untuk memeriksakan mata karena memang untuk berjaga-jaga, karena ada keluarga yang punya riwayat diabetes,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.