Sabtu, 06 Jun 2026 22:47 WIB

Menkes Bicara Melonjaknya Kasus Covid-19: Ortu Belum Vaksin dan Booster, Paksa

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat berada di Unair (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat berada di Unair (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengakui jika saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan tiga subvarian baru.

Tiga subvarian baru itu bernama BA2.75, XBB dan BQ1. Katanya, kasus baru Covid-19 banyak ditemukan di kota besar. Sementara di Indonesia, ada satu varian baru yang mendominasi adalah BQ1.

Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Tulungagung, Dinas Kesehatan Gelar ORI

"Jadi memang sekarang kasusnya naik disebabkan varian baru. Varian baru ada tiga, BA2.75, XBB dan BQ1. Yang banyak di Indonesia adalah BQ1, banyak di Eropa dan Amerika dan XBB ada di Singapura," ujar Budi Gunadi saat di Unair, Rabu (9/11/2022).

Budi memprediksi, kasus Covid-19 di Indonesia akan terus melonjak. Dia mengakui kalau sekarang sudah masuk gelombang ketiga. Namun, kasus-kasus terbanyak, apalagi yang subvarian baru, banyak ditemukannya di kota-kota besar.

"Kasus paling banyak ditemukan di Bali, Surabaya, Jakarta. Gelombangnya sudah mulai naik sekarang. Jadi dijaga dari sekarang," beber dia.

Budi menyatakan, cara penularan subvarian baru itu ini sangat cepat. Sehingga mengakibatkan lonjakkan kasus hingga sekarang ada 24 ribu pasien dengan 1.300 meninggal dunia.

"Orang sudah divaksin, sudah kena, cepat juga tertular. Dan masuk RS (rumah sakit) juga sedikit di atas BA2.75 bulan Agustus kemarin," terang dia.

Baca Juga: RS Kemenkes Surabaya Resmikan PET Scan & Bedah Jantung Minimal Invasif Pertama di Jatim

Saat ini, yang dirawat mencapai 24.000 pasien, kondisi berat 10.000 pasien, dan meninggal 1.300 orang. Data itu tercatat sejak Oktober.

"Itu untuk yang berat saya kaget, 40 persen belum vaksin atau 70 persen belum booster. Yang meninggal dari 1.300 itu, 50 persen belum vaksin dan 80 persen belum booster," urainya.

Untuk mengantisipasi, Budi mengimbau agar masyarakat memperketat protokol kesehatan dan bagi yang belum melakukan vaksinasi booster untuk segera vaksin.

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Menurutnya, hal itu sebagai upaya untuk mengurangi risiko masuk rumah sakit bahkan yang paling fatal meninggal dunia.

"Dia akan tertular, gak apa-apa tertular, tapi kalau dia divaksinasi, dia itu ringan. Jadi tolong cepat-cepat vaksinasi, dan yang sudah tapi belum booster, cepat dibooster," sambung Budi.

"Yang belum vaksin cepat vaksin. Kalau punya orang tua (ortu) belum vaksin, paksa vaksin, belum booster, paksa dibooster," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.