Sabtu, 20 Jun 2026 22:52 WIB

Kaji Tanah Gerak di Talun Ponorogo, Tim PVMBG Beri Beberapa Rekomendasi

PVMBG melakukan kajian tanah gerak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo (Foto-foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)
PVMBG melakukan kajian tanah gerak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo (Foto-foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) turun ke lokasi tanah gerak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Senin (7/11/2022). Beberapa tim melakukan kajian di lokasi.

"Rekomendasi dari kami, mereka yang di Talun terutama di titik tanah gerak segera untuk direlokasi," ujar Penyelidik Bumi PVMBG, Gibar M. Suryadana.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menjelaskan, setelah mengecek dua kali, memang ada potensi longsor. Yang sebelumnya longsoran terjadi di bagian atas, kemudian mengumpul pada lembahan.

"Itu bakal berubah, potensi baru longsor yang lebih berbahaya. Di sepanjang aliran tadi saya lihat juga ada pemukiman. Harus waspada," tegas Gibar.

PVMBG melakukan kajian tanah gerak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten PonorogoPVMBG melakukan kajian tanah gerak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurutnya, rekomendasi sementara telah dilakukan waktu sosialisasi. Untuk resminya, nanti PVMBG akan berkirim surat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Bupati Ponorogo.

"Perlu relokasi di daerah yang terancam. Terutama lembah. Pemicunya adalah curah hujan tinggi semakin cepat atau membesar, tanah gerak kemudian longsor," bebernya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara Kabid BPBD Ponorogo, Surono mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan PVMBG. Nanti jika kurang, rujukannya adalah relokasi.

"Tunggu koordinasi dengan vulkanologi hasilnya seperti apa. Kalau harus relokasi ya nanti direlokasi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.