Minggu, 21 Jun 2026 19:11 WIB

Pondasi Gedung Sekolah di Trenggalek Diterjang Banjir, Siswa Mengungsi Belajar

Pondasi gedung sekolah di Trenggalek yang tergerus banjir (Foto: Dok. Pesantren Tarbiyatus Sholihin)
Pondasi gedung sekolah di Trenggalek yang tergerus banjir (Foto: Dok. Pesantren Tarbiyatus Sholihin)

jatimnow.com - Puluhan siswa dalam dua sekolah di komplek Pesantren Tarbiyatus Sholihin Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, sementara mengikuti pembelajaran di sekolah lain.

Hal itu dilakukan menyusul pondasi gedung sekolah sebagian hilang diterjang banjir, sehingga posisinya menggantung. Terdapat 5 kelas yang pondasinya sudah menggantung, sehingga siswa harus diungsikan.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Pengasuh Pesantren Tarbiyatus Sholihin, Kh Sholihin Muthohir mengatakan, hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu membuat arus sungai di belakang pondok mejadi deras. Kondisi ini menggerus pondasi gedung sekolah.

Selain pondasi bangunan yang hilang, terdapat beberapa retakan di dalam gedung kelas. Ada dua sekolah di komplek pesantren ini, yakni SMP Islam Tarbiyatus Sholihin dan SMK PGRI Ki Hajar Dewantoro.

"Ada jalan dan ruang kelas pondasinya menggantung. Totalnya di SMK Ki Hajar Dewantoro 2 kelas dan SMP Islam Tarbiyatus Sholihin 3 kelas," ujar Kiai Sholihin, Senin (7/11/2022).

Pesantren mengambil langkah agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Mereka memindahkan siswa untuk belajar di lembaga lain sementara waktu.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Siswa di SMP Islam dan SMK Islam dipindahkan ke sekolah induk SMK Ki Hajar Dewantoro yang berjarak 3 kilometer dari pesantren.

"Untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar hari ini masih persiapan. SMP Islam Tarbiyatus Shalihin dan SMK dipindahkan ke SMK induk jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Nanti pulang pergi akan diantar jemput pakai mobil," tuturnya.

Menurut Sholihin, kemarin sudah ada peninjauan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Trenggalek dan Camat Munjungan. Rencananya, dalam waktu dekat akan mendatangkan alat berat, karena kondisi sungai semakin melebar hingga di bawah bangunan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Pihaknya juga mengaku kesulitan untuk mengeluarkan sejumlah benda dari dalam ruang kelas.

"Kemungkinan tidak berani karena bangunan ini dua lantai tingginya, kemudian kondisi seperti itu di bawahnya. Lha masuk saja sudah agak takut, apalagi naik," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.