Sabtu, 20 Jun 2026 04:42 WIB

Kereta Gantung di Kota Batu Segera Terwujud, Rencana 2024 Beroperasi

Pemaparan kereta gantung beberapa waktu lalu. (Foto: Diskominfo Kota Batu)
Pemaparan kereta gantung beberapa waktu lalu. (Foto: Diskominfo Kota Batu)

jatimnow.com - Tahun 2024 mendatang nampaknya pariwisata di Kota Batu semakin menarik, pasalnya akan ada kereta gantung demi mendukung dunia wisata.

Rencana itu memiliki peluang cukup besar karena perusahaan produsen kereta gantung asal Austria, Doppelmayr Garaventa Group sudah datang untuk memaparkan rencana tersebut dihadapan para calon investor pada Jumat (4/11/2022) lalu.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Komisaris Utama PT Among Tani Indonesia, Tomy B Satria saat dikonfirmasi, Senin (7/11/2022) mengatakan pembangunan kereta gantung ditargetkan mulai awal Januari 2023.

Sebelumnya, pihaknya menargetkan pembangunan dimulai pada Agustus 2022 lalu, tetapi ada beberapa hal proses administrasi yang masih perlu diselesaikan.

"Topografi sudah selesai, tapi kami masih menyelesaikan terkait Amdal dan lainnya, kami masih koordinasi dengan Perhutani, karena lahannya yang digunakan dari Perhutani dan tanah kas desa, targetnya selesai tahun ini, kemudian Januari 2023 ground breaking," paparnya.

Nanti lokasi pembangunan kereta gantung di Desa Oro-Oro Ombo dengan memiliki rute panjang 1 kilometer. Rute tersebut menghubungkan antara kawasan Rest Area Jalibar (Jalur Lintas Barat) dan tempat wisata air terjun Coban Rais.

"Para wisatawan yang menaiki kereta gantung akan disuguhkan pemandangan pegunungan. Apalagi Kota Batu memiliki julukan De Kleine Switzerland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa, dengan topografi berada di ketinggian antara 700 hingga 2.000 meter dan suhu udara mencapai 11 - 19 derajat celsius tentu sangat luar biasa pemandangannya," imbuh dia.

Targetnya, kereta gantung di Kota Batu pada tahun 2024 mendatang sudah dapat beroperasi. Estimasi kebutuhan nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut sekitar Rp100 miliar.

Sedangkan untuk konsep pendanaan tidak menggunakan APBD, atau pembangunan murni dari warga Kota Batu serta investor lain. Nantinya dana tersebut disalurkan dan dikelola melalui koperasi atau Bumdes bekerja sama dengan PT Among Tani Indonesia (ATI).

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Konsep ini meniru seperti pengelolaan tempat wisata Taman Rekreasi Selecta yang memiliki 1.110 orang pemegang saham yang mayoritas warga Kota Batu.

"Kepemilikan masyarakat melalui koperasi atau Bumdes, nanti bersama PT Among Tani Indonesia membentuk badan hukum baru atau PT baru yang nanti menjadi selaku operator, koperasinya sudah terbentuk namanya Among Tani Rakyat. Sudah 50 persen lebih dari masyarakat (investor)," katanya.

Ketua Yayasan Among Tani Foundation (ATF), Nurbani Yusuf mengatakan, rencana pembangunan kereta gantung sejak kepimpinan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER). Kehadiran pihaknya hanya untuk terus mendorong dan mengawal rencana yang sudah ada supaya dapat terwujud dan sesuai berpihak kepada masyarakat.

"Kami, ATF yang menginisiasi terus, karena cable car ini mimpi besar yang digagas oleh Pak ER, nanti PT ATI sebagai pelaksananya, karena ATF tidak boleh bergerak untuk profit tapi sosial," katanya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti rumpoko berharap proses ground breaking atau peletakan batu pertama segera dilakukan. Menurutnya, rencana pembangunan kereta gantung sudah ditunggu-tunggu oleh warga Kota Batu.

"Ketika saya pergi ke salah satu sekolah di desa, mereka (murid-murid) bilang kereta gantung, memang perjalanan ini berliku, tetapi saya lihat ATF (Among Tani Foundation) membentuk PT ATI, ini memang hal yang sangat prestisius dan membanggakan ketika cable car terealisasi," kata Bude sapaanya.

Dia menyampaikan bahwa Pemkot Batu sangat mendukung adanya pembangunan kereta gantung. Diharapkan, adanya transportasi untuk pendukung pariwisata itu dapat mendukung beberapa tujuan. Seperti meningkatkan jumlah wisatawan, membuka lapangan pekerjaan, pemberdayaan UMKM, menjadi daya tarik wisata dunia dan lainnya.

"Cable car semoga bisa menjadi kebanggan perekonomian rakyat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.