Kamis, 18 Jun 2026 05:31 WIB

Peringatan Setahun Banjir Bandang Kota Batu, Ini Pesan Wali Kota Dewanti

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hari Jumat, (4/11/2022) merupakan peringatan setahun bencana banjir bandang di Kota Batu pada 4 November 2021. Tragedi itu menelan 7 korban jiwa serta merusak fasilitas umum serta menghanyutkan harta benda para warga.

Untuk itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta mitigasi bencana supaya lebih siap. Artinya sekarang sudah punya kluster-kluster khusus yang untuk bisa melakukan hal-hal ketika bencana itu .

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Selain itu untuk mencegah bencana juga sudah ada kegiatan susur sungai di Desa Bulukerto. Dan sepanjang sungai yang disusur masih ditemui kayu-kayu pohon tumbang yang dikhawatirkan menyumbat jalannya air," urainya, Jumat (4/11/2022).

Dikhawatirkan kayu-kayu menyebabkan ada sumbatan-sumbatan air, dan itu yang terjadi ketika banjir bandang. Namun, Dewanti sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya untuk mencari solusi menyingkirkan kayu-kayu pohon di sungai itu.

"Kita sudah berkoordinasi dengan institusi lain untuk bisa bagaimana supaya kayu tersebut di atasnya tidak menghambat jalannya air," urainya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menjelaskan dalam menghadapi kondisi siaga darurat bencana sejumlah 337 personel gabungan dari berbagai pihak dilibatkan.

"Karena awal Oktober lalu di Kota Batu sudah memasuki musim hujan. Sehingga peningkatan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektoral yang melibatkan unsur pentahelix dilakukan," ungkapnya.

Terlebih BMKG sudah merilis potensi musim hujan di awal Oktober, jadi kita melakukan antisipasi dan peningkatan kesiapsiagaan dengan melibatkan ada 337 personel pasukan.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Karena wilayah Kota Batu memiliki beberapa potensi ancaman bencana. Diantaranya, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan gedung. Untuk potensi banjir bandang di Desa Bulukerto dimungkinkan dapat terjadi kembali," tegasnya.

Selain itu hasil susur sungai yang dilakukan tim gabungan dari Perhutani dan personel BPBD ditemukan adanya kayu-kayu pohon di sepanjang 5,9 kilometer. Kondisinya, tidak menumpuk atau berserakan.

"Posisinya tidak menumpuk atau berserakan. Kami melihatnya pohon-pohon itu ada serabut dengan akarnya, bukan pembalakan liar dalam bentuk potongan-potongan, itu akarnya terlihat dari dokumentasi yang kami terima," katanya.

Kemudian, medan sulit menuju lokasi tidak memungkinkan untuk menyingkirkan kayu pohon-pohon yang jauh. Bila kayu-kayu dipindahkan ke tepi sungai juga memungkinkan untuk jatuh ke bawah kembali.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Medannya sangat sulit, perjalanannya saja 3,5 jam menuju salah satu titik, dan tebingnya 20 meter kanan kiri. Jadi kayu-kayu itu kalau kita pindahkan ke samping-samping kemungkinan akan jatuh lagi, kalau kami potong resiko terbawa air kecil ke rumah penduduk warga," katanya.

Kemudian, cara lain yang akan dilakukan untuk menyingkirkan kayu-kayu pohon tersebut dengan menyuntikkan obat tanaman untuk mempercepat pelapukan. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dan sedangkan prediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2023 mendatang.

"Solusi alternatif, kita akan uji coba menyuntikkan untuk mempercepat pelapukan, tapi proses kalau sudah disuntik butuh waktu tiga bulan, nanti kayunya gemuk akan lapuk, jadi tidak akan membahayakan. Kita masih kaji, kemarin rapat koordinasi Gubenur bersama BNPB, ibu wali sudah menyampaikan permasalahan ini," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.