Rabu, 17 Jun 2026 13:27 WIB

Info Warga Ponorogo! Jalan Tembus Sawoo-Sooko Ambles, Longsor Masih Mengancam

Kondisi jalan Sawoo-Sooko  yang ambles akibat longsor. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Kondisi jalan Sawoo-Sooko yang ambles akibat longsor. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jalan tembus di Kecamatan Sawoo menuju Kecamatan Sooko Ponorogo nyaris putus. Tepatnya di Dukuh Brenggolo, Desa Temon, Sawoo, jalan tersebut ambles akibat longsor.

Pantauan di lokasi, separo badan jalan dengan lebar 4,5 meter masuk Dukuh Brenggolo, Desa Temon, Sawoo ambles akibat longsor. Bahkan separo badan jalan sisanya terancam ambles juga jika ada longsor susulan.

Baca Juga: Ratusan Pesepeda Surabaya Gelar Ride for Aceh Sumatera, Galang Dana Rp50 Juta untuk Korban Bencana

Beruntung, kontruksi rabat jalan cukup kokoh, sehingga masih dapat dilewati kendaraan untuk sementara ini.

Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Desa Temon dan Desa Ngadirojo, Sooko. Tak ada jalan lain kecuali harus memutar lewat Kabupaten Trenggalek. Selain sebagai akses ekonomi, jalan tersebut menjadi akses utama pendidikan maupun kesehatan.

Salah satu warga, Garto mengatakan kejadian longsor itu pada pukul 03.00 WIB. Saat itu terdengar suara gemuruh, rumah miliknya bergetar.

"Sudah was-was juga. Saya langsung terbangun. Rumah tidak apa-apa, saya lihat depan ternyata jalannya ambles,” kata Garti.

Rumah Garti tepat berada di pinggir jalan tersebut. Tanah ambles mulai dari halaman rumahnya hingga ke jalan sampai 300-an meter turun ke bawah ke area persawahan.

“Setelah kejadian, rumah saya ikut bergetar ketika jalan tersebut dilewati kendaraan roda empat. Takut kalau rumah saya ikut longsor,” urainya

Baca Juga: Bos Astra Djony Bunarto Ungkap Fokus Pemulihan Korban Banjir di 3 Provinsi

Saat ini, kata dia, ketika hujan dia pasti memanggil keponakan untuk menemani di rumahnya. Pasalnya Giarti hanya tinggal bersama ibunya yang telah lanjut usia (lansia).

Garti sadar bencana mengancam di depan mata, namun ibunya keberatan diajak mengungsi saat hujan turun.

"Kalau hujan keponakan datang, jaga-jaga karena takut, ibu juga nggak mau mengungsi," lanjutnya.

Baca Juga: Nurani Astra Terjunkan Alat Berat dan 35.500 Paket Bantuan ke Wilayah Bencana Su

Warga lain, Katenan mengatakan bahwa truk dan mobil masih boleh lewat. Tapi kalau muatannya penuh ketakutan menerjang mereka.

Katenan bersama warga lain berharap segera ada penanganan. Sebab, warga Desa Temon terancam terisolir jika akses itu nantinya putus total. Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi dan mengguyur di kawasan tersebut.

"Kalau hujannya masih turun terus khawatir tanahnya semakin ambles, jalannya ikut longsor,’’ pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.