Minggu, 14 Jun 2026 10:56 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan, Bola Merah Putih Hiasi Jalanan Surabaya

Para pekerja mengecat bola-bola dunia untuk memeprcantik Surabaya menjelang Hari Kemerdekaan
Para pekerja mengecat bola-bola dunia untuk memeprcantik Surabaya menjelang Hari Kemerdekaan

jatimnow.com - Menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Surabaya kembali bersolek.

Kali ini Pemkot mengecat bola-bola dunia bernuansa kemerdekaan (merah putih) dan memasang bendera merah putih di atas monumen bambu runcing serta beberapa ruas jalan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Chalid Buhari mengatakan, pihaknya ingin memberi warna dan wajah baru supaya ada nilai tambah bagi warga Surabaya maupun luar Surabaya ketika singgah ke Kota Pahlawan di siang maupun malam hari.

"Kami mengecat bola-bola dunia dengan warna merah putih, untuk sementara dibeberapa titik saja. Alasannya, karena jumlah tenaga yang membantu masih terbatas. Tapi prinsipnya, masyarakat yang mengunjungi Kota Surabaya lebih merasakan sesuatu yang lebih menyentuh hati," kata Chalid Buhari di Kantor Humas Pemkot Surabaya pada Selasa (31/7/2018).

Chalid juga mengatakan tema merah putih yang terpasang pada bola-bola dunia akan digunakan hingga akhir Agustus. "Tema merah putih ini tidak hanya digunakan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI saja, tetapi digunakan hingga akhir Agustus," tegasnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Selain sebagai penghias jalan, lanjut Chalid, bola-bola yang ada di pinggir jalan juga berfungsi untuk memberi keamanan bagi pejalanan kaki saat berjalan di pedestrian. Dan menjaga ketertiban bagi pengguna motor atau kendaraan lainnya agar tidak mengganggu pejalan kaki.

Chalid menambahkan, dalam waktu dekat, ia juga akan melakukan hal serupa di taman-taman, utamanya taman yang terletak di kawasan pinggiran.

Pemerataan ini, kata Chalid, perlu dilakukan agar tidak ada ketimpangan antara taman yang ada di tengah kota maupun yang berada di pinggiran.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

“Akan ada banyak tamu yang datang ke Surabaya tidak hanya di bulan Agustus tetapi di bulan-bulan berikutnya. Makanya kami lakukan pembenahan disemua lini secara bertahap,” tutur Chalid.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.