Sabtu, 20 Jun 2026 22:25 WIB

Tidak Tuntaskan Skripsi Pasti Lulus, Ini Jawaban UM Surabaya

Rektor UM Surabaya DR dr Sukadiono MM. (foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Rektor UM Surabaya DR dr Sukadiono MM. (foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) memiliki metode dan persyaratan di setiap kelulusan. Mahasiswa UM Surabaya masih bisa lulus tanpa menyelesaikan tugasnya.

Metode ini berbeda dengan tiap perguruan tinggi (PT) yang menetapkan skripsi sebagai syarat kelulusan, justru UM Surabaya sebaliknya. Kok bisa?

Baca Juga: Foto: Catwalk Fashion Show Perkenalkan Identitas Baru UMSURA

Rektor UM Surabaya, DR dr Sukadiono MM, mengatakan bahwa kampusnya telah menerapkan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

Yakni skema konversi nilai skirpsi enam satuan kredit semester (SKS) dapat diganti dengan publikasi jurnal ilmiah nasional ataupun internasional.

“Mahasiswa dapat mengganti skripsi menjadi publikasi jurnal ilmiah nasional terakreditasi science and technology index (SINTA) 3-6, atau international standard serial number (ISSN) yang dibuktikan minimal mendapatkan letter of acceptance (LoA) dari pengelola jurnal,” katanya, Senin (31/10/2022).

Baca Juga: UM Surabaya Bertransformasi Jadi UMSURA, 7 Jurus Rektor Pacu Kampus Go-Global

Sementara itu Wakil Rektor 1 UM Surabaya, M.Ridwan mengatakan bahwa di era MBKM ini menuntut mahasiswa menghasilkan outcome tugas akhir yang dapat dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah.

“Kebijakan yang telah digulirkan UM Surabaya sejak pandemi Covid-19 mendorong mahasiswa tingkat akhir untuk mempublikasikan karya tugas akhirnya pada jurnal ilmiah terindeks Sinta 3-6. Harapannya agar masuyarakat bisa mengakses dan membacanya,” tutur Ridwan.

Baca Juga: Dua Inovasi UM Surabaya Lolos ke Konferensi Internasional SIGMA Asia 2025

Ridwan menambahkan bahwa karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan mahasiswa pada jurnal terakreditasi nasional harus melalui kolaborasi penelitian bersama mahasiswa.

“Tujuannya agar karya tulis ilmiah yang dipublikasikan betul-betul layak. Harapannya agar member dampak yang tidak hanya dirasakan mahasiswa, namun juga dosen dalam rangka kolaborasi riset mahasiswa. Nah, bagi UM Surabaya dalam meningkatkan jumlah publikasi bagi sivitasnya,” imbuhnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.