Sabtu, 06 Jun 2026 10:14 WIB

Menko PMK Ingatkan BPOM Turut Awasi Obat Sirop Impor

Menko PMK Muhadjir Effendy. (foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Menko PMK Muhadjir Effendy. (foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Badan Pengawas obat dan makanan (BPOM) terlibat dalam pengawasan obat-obatan impor.

Permintaan ini disampaikan di sela wisuda Universitas Muhammadiyah di Dyandra Convention Center, Sabtu (29/10/2022). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2016-2019 berharap BPOM mengawasi bahan baku sirop impor yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Jangan Tergiur Warna! Ini Panduan Pilih Kudapan Idul Fitri yang Berkualitas

“BPOM perlu dilibatkan dalam pengawasan obat bahan baku impor untuk obat obatan dan makanan. Jadi tidak bisa hanya Kementerian Perdagangan saja,” kata Muhadjir Effendy.

Menurutnya, BPOM perlu melakukan uji petik setiap produksi dari pabrik per batch. Sehingga tidak hanya menyetujui dalam sekali uji. Karena di setiap batch bisa jadi menggunakan bahan baku yang berbeda.

Untuk saat ini, pencegahan dilakukan sesuai instruksi presiden dengan segera menarik dan menghentikan peredaran sirup, yang diduga terbukti menyebabkan gangguan ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Universitas Kadiri Perkuat Target Daya Saing Internasional Berbekal Akreditasi Unggul

“Ada rapat kabinet terbatas, dan arahan agar obat, terutama sirop, yang di dalamnya mengandung empat bahan penolong harus ditarik semua. Tidak boleh diedarkan. Kemudian untuk yang tidak mengandung tiga sampai empat bahan penolong harus diumumkan di masyarakat,” lanjutnya.

Presiden,lanjutnya, memberikan arahan pencegahan obat yang mengandung cemaran. Harapannya agar masyarakat mengetahui secara persis obat apa saja yang dilarang.

Baca Juga: Rempah Indonesia Lolos Uji Radiasi, 174 Ton Meluncur ke Amerika

Dan proses produksi obat yang ditemukan cemaran bahan pelarut di atas ambang batas, seperti masalah etilen glikol (EG) dietilen glikol (DEG), dietilen glikol butil eter, dan bahan berbahaya lain, harus dihentikan produksinya.

“Tidak semua obat mengandung cemaran, hanya batch tertentu atau rombongan produksi tertentu itu saja yang dihentikan. Untuk yang lain bisa jadi batch sebelumnya atau sesudahnya sudah aman,” ungkapnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.