Kamis, 18 Jun 2026 18:04 WIB

Jembatan Gantung di Cokromenggalan Ponorogo Ditargetkan Selesai Desember 2022

Pembangunan jembatan gantung di Kelurahan Cokromenggalan, Kabupaten Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Pembangunan jembatan gantung di Kelurahan Cokromenggalan, Kabupaten Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

jatimnow.com - Sebuah jembatan gantung dibangun di Kelurahan Cokromenggalan, Kabupaten Ponorogo. Jembatan diharapkan mempermudah akses warga dua desa/kelurahan di Kabupaten Ponorogo.

Adalah Desa Cekok, Kecamatan Babadan dengan Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo. Jembatan gantung ini merupakan aspirasi dari anggota DPR RI Sri Wahyuni.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Di sini tidak ada jembatan. Masyarakat ingin ada jembatan. Kami coba usulkan, kebetulan saya Komisi V yang bekerja sama dengan PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat),” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (27/10/2022).

Dia mengatakan bahwa setelah diusulkan sebagai aspirasi dan disetujui, dana yang dikucurkan dari kementerian PUPR sekitar Rp4 Miliar. Dengan dana itu mendapatkan panjang 42 meter dan lebar 3 meter.

“Selain yang sini, 2020 lalu di Desa Glinggang, 2021 di Desa Kapuran. 2022 Di Kelurahan Cokromenggalan. 2023 Nanti ada di Desa Gedangan, Ngrayun,” kata Yuni—sapaan akrab—Sri Wahyuni.

Sementara perwakilan dari Kementerian PUPR Surya Adiguna mengatakan, saat ini pembangunan jembatan gantung di Kelurahan Cokromenggalan belum selesai. Target selesai pada 31 Desember 2022.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Progres 33 persen. Insya Allah doakan lancar selesai di 31 Desember 2022,” jelas Surya ditemui awak media di lokasi.

Menurutnya, jembatan bisa digunakan oleh pengendara roda 2. Selain itu juga para pejalan kaki. Sekaligus bisa digunakan pengendara roda 4 dengan catatan memang emergency.

“Roda 4 emergency sifatnya darurat, secara umum tidak untuk roda 4. Hanya roda 2 dan pejalan kaki,” bebernya.

Baca Juga: SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

Di sisi lain, salah satu warga Tedy mengaku senang dengan adanya jembatan gantung. Terlebih makam ibunya berada di Kali Ombo atau tembusan Jembayan gantung di Kelurahan Cokromenggalan.

“Kalau dulu muter lewat Ngedam. Sekarang tinggal tembus saja. Ndak jauh-jauh,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.