Senin, 15 Jun 2026 11:48 WIB

Grace Natalie, Violist Surabaya yang Membius Istana hingga Forum KTT G-20

Gabriela Grace Natalie. (Foto: Ni'am Kurniawan)
Gabriela Grace Natalie. (Foto: Ni'am Kurniawan)

jatimnow.com - Siapa sangka, siswa SMA di Surabaya mampu mengguncang panggung KTT G-20 dengan gesekan dawai biolanya. Dia adalah Gabriela Grace Natalie, siswa kelas XI SMAN 15 Surabaya.

Dari tangan lentiknya, alunan suara biola begitu mendayu. Membuai telingan para pendengarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Senang, bangga, dan tertantang," ucap Grace, usai tampil di moment gala dinner KTT G-20, forum besar dengan skala Internasional yang mempertemukan berbagai negara di Bali beberapa waktu lalu.

Meski demikian, ia mengaku hasratnya bermain di panggung-panggung internasional masih belum terpuaskan. Nafsu terus tumbuh, setelah menjadi pemain biola (violist) termuda di moment HUT RI, di Istana Negara 17 Agustus 2022 lalu.

"Saya dipanggil Bocil (bocah kecil) karena paling muda. Karena berangkat dari Surabaya berenam. Tiga mahasiswa UNESA, 1 dari Unair, dan 1 alumni Petra," ujar Grace.

Gabriela Grace Natalie saat di Istanas Merdeka. (Foto: Dok. pribadi for jatimnow.com)Gabriela Grace Natalie saat di Istanas Merdeka. (Foto: Dok. pribadi for jatimnow.com)

Ya, Grace merupakan 1 personel bagian dari grup orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) yang dipimpin idolanya Purwa Caraka di Istana Negara. Ia diberi kesempatan memainkan 17 lagu bersama pemain musik lainnya.

Ia mengiringi beberapa vokalis besar, mulai Vidi Aldiano, yang membawakan medley Kebyar-kebyar dan Theresia Dere Margaretha yang menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Keduanya tampil pada pra-upacara.

Sedangkan saat sore hari, ia mengiringi Dira Sugandi yang membawakan Kharisma Indonesia bersama paduan suara. Selanjutnya mengiringi Andmesh Kamaleng yang membawakan Rumah Kita, bersama grup paduan suara.

Tampil memukau di Istana membuat Grace menjadi satu diantara pemain yang bertemu dan bersalaman langsung dengan Presiden RI Joko Widodo.

"Ucapannya nggak terlalu denger ya, tapi ya salaman pasti," katanya. Grace pun mengaku gugup kala itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Belajar sejak usia 5 tahun membuatnya tidur dan bangun bersama biola. Namun, selain mahir biola, Grace juga menguasai berbagai alat musik, yakni bass dan piano. Namun, biola tetap menjadi andalan cewek kelahiran 21 Desember 2005 itu.

Bakatnya memang terlahir sejak usia dini. Namun, beberapa kali dibimbing sang mentor ia sukses menjadi bintang hingga sekarang. Grace mengaku, prestasi yang ia nikmati saat ini tak terlepas dari almarhum sang mentor Heru Suyono.

Sang Ayah, Joseph Hendri Pranowo pun menjadi saksi keterpurukan Grace Natalie saat ditinggal sang mentor Heru Suyono.

Sebagai ganti, ia pun memberikan mentor pengganti Agustinus Fengki, disusul Yani Soentiono, dan Heru Prasetyo. Saat ini Grace ditangani Kevin Atmadja.

"Sempat drop dia ketika gurunya meninggal. Kan kecelakaan kan saat perjalan mau ngajar dari Gresik ke Surabaya. Dulu kalau latihan itu lucu mas, sambil tiduran, dan gurunya itu sampai mau nyerah karena beberapa bulan itu tidak ada progress sama sekali," kata Yoseph.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jadi pasca-kehilangan gurunya itu, dia sempat nggak latihan lalu bisa bangkit. Dan latihan lagi, tiba-tiba langsung bisa," sambungnya.

Dari pencapaian putri keduanya bersama Agustina itu, Joseph mengaku bangga. Prestasi Grace Natalie nampak mengiringi sang kakak Eleonora Elza yang sukses berkarir di grup vokal asal Surabaya yang pernah menyabet penghargaan di Swedia. Yang kemudian diikuti sang adik yang kini mulai melirik untuk bermain bass.

"Senang juga, saya ngajari mereka itu memang totalitas. Jadi bisamu apa itu harus total. Jadi 3 anak saya ini semua di bidang musik, kakaknya pertama itu vokalis, trus Grace ini biola, dan adiknya mau meraba-raba ini ke bass," jelas Yoseph.

Selain menguncang Istana dan forum KTT G-20 Bali, baru-baru ini, tepatnya minggu lalu, Grace juga diminta untuk menjadi bagian dari grub Melburne Symphoni Orcestra di Yogjakarta, tahun 2017 berkolaborasi dengan grub asal Jepang Orchip Orchestra, hingga pada 17 agustus 2017-2018 menjadi 1 dari pemain di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.