Tangisan Jelang Maghrib di Lokasi Kecelakaan Bus Jalur Cepat Mojokerto
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 27 Okt 2022 18:36 WIB
jatimnow.com - Masih ingat kecelakaan yang terjadi di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto 2011 silam?
Pada peristiwa maut itu menewaskan 21 korban jiwa. Beberapa mayat tergeletak di tepi jalan. Ada pula jenazah yang terjepit di kendaraan, bahkan ada juga yang tidak bisa dikenali.
Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung
Banyak cerita yang beredar di masyarakat setelah peristiwa kelam itu. Warga kerap mendengar rintihan tangis dan sekelebat pria berjenggot mengenakan jubah hitam.
Seorang penjaga warung kopi, Susianti (54) mengatakan bahwa kecelakaan itu tepat di depan warungnya. Namun saat kejadian, warung milik orang tuanya itu tutup.
"Di sini sering terjadi kecelakaan. Jalannya memang tidak terlalu menikung, tapi mungkin karena pengaruh tempatnya, jadinya angker," kata Susianti, Kamis (27/10/2022).
Susiati menceritakan bahwa banyak kisah ganjil pascakejadian. Beberapa kali terdengar suara tangisan di sekitar lokasi kejadian. Rintihan tangis itu kerap terdengar sekitar pukul 17.00-18.00 WIB. Atau saat matahari mulai tergelincir.
Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
"Pas dicari (terdengar suara), tidak ada orangnya. Hanya mendengar suara tangis," terangnya.
Menurut Susianti, sewaktu warungnya buka 24 jam, aura berbeda membuat bulu kuduk berdiri. Aura itu semakin terasa ketika malam hari.
Suami Susianti, Kasiadi menjelaskan jika dirinya pernah didatangi para arwah setelah melakukan semacam ritual nyuguh atau membuat sesajen.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Vs Pickup di Tulungagung, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis
"Kalau Jumat Legi kan nyuguh. Katanya datang semua arwahnya, karena mungkin orang-orang yang meninggal di sini ada yang tidak terawat," ungkapnya.
Susianti dan Kasiadi mengaku sering melihat penampakan sosok berjenggot berjubah hitam menyeberang jalan tepat di lokasi kecelakaan.
"Anak saya yang sering melihat. Orangnya berjenggot pakai jubah hitam," pungkasnya.
Editor : Rochman Arief