Sabtu, 20 Jun 2026 03:30 WIB

Selain untuk Bayar Pinjol, Alasan Oknum Satpol PP Kediri Merampok Bikin Terharu

Kapolres Kediri Kota berinteraksi dengan pelaku perampokan Bank BPR. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kapolres Kediri Kota berinteraksi dengan pelaku perampokan Bank BPR. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.comn- Bagus Setiawan (31) oknum Satpol PP Kota Kediri mengaku gelap mata saat melakukan aksi perampokan di Perumda Bank BPR Kota Kediri, Kantor Kas Ngronggo, pada Selasa (18/10/2022) lalu. Dia terjerat utang bank dan pinjaman online hingga puluhan juta.

Dalam aksinya di siang bolong itu, Bagus Setiawan berhasil menggasak uang tunai senilai Rp20 juta. Dia sempat menyekap karyawan bank yang mencoba melawan.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Tak hanya untuk membayar utang-utangnya, Bagus Setiawan mengaku, uang hasil perampokan tersebut juga dibelikan baju untuk anak dan cincin untuk istrinya.

“Ya ini untuk beli cincin, baju anak, tapi kebanyakan untuk membayar utang,” kata bapak dua anak tersebut, dalam konferensi pers di Polres Kediri Kota, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Saat ini, baju anak dan cincin yang dibeli pelaku dari hasil kejahatan itu disita polisi sebagai barang bukti bersama lakban untuk menyekap korban dan sejumlah bukti lainnya.

Lebih lanjut, Bagus Setiawan mengaku benar-benar gelap mata pagi itu. Utang Rp20 juta membuatnya tak berpikir panjang untuk melakukan aksi tersebut.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Di BRI ada 2, BPR, Shopee Pay Later dan Akulaku (pinjaman online),” tambahnya. Baru-baru ini dia juga mengaku kecanduan judi online.

Saat ini penyesalan Bagus Setiawan tak lagi berarti. Dia terancam dipecat dari institusinya Satpol PP Kota Kediri. Dia juga terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.