Minggu, 07 Jun 2026 01:11 WIB

Pendaki Kediri Hilang saat Ritual di Gunung Lawu, Kabarnya Diculik Lelembut

Basarnas sebelum melakukan pencarian pendaki di Puncak Lauw. (foto: Basarnas for jatimnow.com)
Basarnas sebelum melakukan pencarian pendaki di Puncak Lauw. (foto: Basarnas for jatimnow.com)

jatimnow.com - Basarnas Trenggalek melaporkan seorang pendaki asal Kediri belum turun sejak mendaki pada 15 Oktober silam.

Berdasarkan registrasi di pos pendakian, pria asal Kediri dengan Ali Rahmatullah (48), seharusnya turun dari puncak Lawu, pada Selasa 18 Oktober 2022 silam.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Menurut salah satu anggota Basarnas Trenggalek, Eko Aprianto menyebutkan jika pendaki tersebut sempat dilaporkan ngopi (minum kopi) pada hari yang seharusnya turun.

“Pendaki itu registrasi seorang diri pada tanggal 15 Oktober. Alasan naik gunung untuk ritual. Tapi hingga tanggal yang ditentukan turun, dia belum kembali,” kata Eko Aprianto, Rabu (26/10/2022) siang.

Info terakhir, kata dia, pendaki mengobrol dan memberikan informasi kepada keluarga bahwa akan melanjutkan ritual ke kayangan pada 18 Oktober.

Saat itu Ali sempat ngopi di sebuah warung di atas Gunung Lawu. Sementara KTP milik pendaki ini masih berada di posko.

Konon Kayangan merupakan salah satu lokasi di puncak Gunung Lawu yang dikenal wingit. Kekhawatiran inilah yang membuat petugas Basarnas cemas.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Masalahnya hingga hari ini belum ada kabar posisi terakhir pendaki.

“Informasi dari sesama rekan ritual, ada titipan mbah Nyi Roro kidul. Entah ia (Ali) yang dibawa atau bagaimana saya tidak tahu. Benar atau tidaknya saya belum paham,” katanya.

Sebetulnya, lanjut Eko, relawan telah melakukan pencarian sejak pendaki Kediri itu belum turun. Namun hingga tanggal 25 Oktober 2022 masih belum ada kabar lagi.

“Sebelumnya sempat dilaporkan ke BPBD Magetan, dan dilanjutkan ke Basarnas. Makanya baru open SAR mulai hari ini,” lanjut Eko.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Dia mengaku jika sebenarnya pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu sudah ditutup dua hari lalu. Sementara Tim Basarnas yang melakukan pencarian sudah mulai ke puncak Gunung Lawu.

Yang diterjunkan, kata dia, dibatasi hanya sekitar sepuluh orang. Jika ada relawan yang datang tentu akan diberangkatkan kembali.

“Memang telah tutup dua hari lalu. Nah ia naik ke puncak, sebelum penutupan. Saat ini pencarian masih dilakukan, dan di puncak masih ada petugas untuk koordinasi,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.