Rabu, 22 Jul 2026 03:22 WIB

Pendaki Kediri Hilang saat Ritual di Gunung Lawu, Kabarnya Diculik Lelembut

Basarnas sebelum melakukan pencarian pendaki di Puncak Lauw. (foto: Basarnas for jatimnow.com)
Basarnas sebelum melakukan pencarian pendaki di Puncak Lauw. (foto: Basarnas for jatimnow.com)

jatimnow.com - Basarnas Trenggalek melaporkan seorang pendaki asal Kediri belum turun sejak mendaki pada 15 Oktober silam.

Berdasarkan registrasi di pos pendakian, pria asal Kediri dengan Ali Rahmatullah (48), seharusnya turun dari puncak Lawu, pada Selasa 18 Oktober 2022 silam.

Baca Juga: 40 Hari KMN Entok Hilang di Laut Lamongan, Tim SAR Kerahkan Kapal Permadi

Menurut salah satu anggota Basarnas Trenggalek, Eko Aprianto menyebutkan jika pendaki tersebut sempat dilaporkan ngopi (minum kopi) pada hari yang seharusnya turun.

“Pendaki itu registrasi seorang diri pada tanggal 15 Oktober. Alasan naik gunung untuk ritual. Tapi hingga tanggal yang ditentukan turun, dia belum kembali,” kata Eko Aprianto, Rabu (26/10/2022) siang.

Info terakhir, kata dia, pendaki mengobrol dan memberikan informasi kepada keluarga bahwa akan melanjutkan ritual ke kayangan pada 18 Oktober.

Saat itu Ali sempat ngopi di sebuah warung di atas Gunung Lawu. Sementara KTP milik pendaki ini masih berada di posko.

Konon Kayangan merupakan salah satu lokasi di puncak Gunung Lawu yang dikenal wingit. Kekhawatiran inilah yang membuat petugas Basarnas cemas.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Masalahnya hingga hari ini belum ada kabar posisi terakhir pendaki.

“Informasi dari sesama rekan ritual, ada titipan mbah Nyi Roro kidul. Entah ia (Ali) yang dibawa atau bagaimana saya tidak tahu. Benar atau tidaknya saya belum paham,” katanya.

Sebetulnya, lanjut Eko, relawan telah melakukan pencarian sejak pendaki Kediri itu belum turun. Namun hingga tanggal 25 Oktober 2022 masih belum ada kabar lagi.

“Sebelumnya sempat dilaporkan ke BPBD Magetan, dan dilanjutkan ke Basarnas. Makanya baru open SAR mulai hari ini,” lanjut Eko.

Baca Juga: Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember

Dia mengaku jika sebenarnya pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu sudah ditutup dua hari lalu. Sementara Tim Basarnas yang melakukan pencarian sudah mulai ke puncak Gunung Lawu.

Yang diterjunkan, kata dia, dibatasi hanya sekitar sepuluh orang. Jika ada relawan yang datang tentu akan diberangkatkan kembali.

“Memang telah tutup dua hari lalu. Nah ia naik ke puncak, sebelum penutupan. Saat ini pencarian masih dilakukan, dan di puncak masih ada petugas untuk koordinasi,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.