Sabtu, 20 Jun 2026 20:25 WIB

Gelandangan Meninggal di RSUD Harjono, Dinsos Ponorogo Belum Merespons

jatimnow.com - Nasib tragis dialami oleh P (76) gelandangan asal Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Gelandangan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono pada tanggal 21 Oktober 2022 lalu, dengan kondisi kelaparan.

“Dia (P) datang dikirim oleh polisi,” ujar Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, dr Yunus Mahatma, Rabu (26/10/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menerangkan, kondisi umum P lemah, nyeri ulu hati, diagnosis malnutrisi (kelaparan) dan kekurangan cairan. Pasien tersebut kemudian ditangani di RSUD dr Harjono.

“Dua hari dirawat, tanggal 24 Oktober sebetulnya dokter izinkan karena kondisinya baik, tentu karena P sudah sembuh,” kata dokter spesialis penyakit dalam ini.

RSUD dr Harjono menghubungi Dinas Sosial Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A). Pasalnya, sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 73 tahun 2022 bahwa gelandangan ditangani oleh Dinsos.

“Sesuai aturan pasal 20 di Perbup itu (Perbup nomor 73 tahun 2022),” bebernya.

Tetapi, kata dia, Dinsos yang sudah dihubungi oleh RSUD dr Harjono hanya menjawab iya.
RSUD dr Harjono tidak tahu apakah pasien ini mau direhabilitasi atau diprevensi, atau dibimbing ke sosial reintegrasi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kami hubungi keluarga juga tidak direspons. Akhirnya tetap opname di sini. Hari ini, 26 Oktober sekitar pukul 07.00 WIB meninggal dunia,” jelas dr Yunus.

Ketika meninggal dunia, pihak RSUD dr Harjono kembali menghubungi Dinsos. Juga ke pihak desa setempat untuk P segera diurusi.

Kalau yang meninggal dunia itu jelas di Perbup nomor 73 tahun 2022 pasal 19. Bunyinya adalah pemakaman gelandangan, pengemis dan anak jalanan yang meninggal dan tidak ditemukan keluarganya difasilitasi oleh Dinsos P3A bekerja sama dengan pemerintah desa terkait atau pihak terkait.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

"Setelah RSUD menghubungi ternyata sampai detik ini tidak ada tindakan. Jika desa dan Dinsos tidak ada mengambil dan memakamkan, maka akan diambil kebijakan oleh RSUD,” urainya.

Dia menyebutkan permasalahan ini sering terjadi.

"Sering seperti itu, Tupoksi rumah sakit itu mengobati," pungkasnya

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.