Rabu, 17 Jun 2026 12:12 WIB

Pakar Komunikasi Unair Dorong Terbentuknya Komite Digital, Apa itu?

(foto: Suko Widodo for jatimnow.com)
(foto: Suko Widodo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo mendorong seluruh stekeholder di kota Surabaya membentuk komite digital, guna mengantisipasi pengaruh dunia maya yang berakibat fatal dalam perkembangan remaja.

Hal tersebut dikemukakan Suko di sela Sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi untuk pemberdayaan perempuan pada DP3APPKB di Surabaya, Selasa (25/10/2022).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Era 5.0 ini kita harus memiliki pendidikan literasi media terhadap guru. Sementara komite digital ini terdiri atas orang tua, pemuda yang berpengalaman digital, aktivis media digital, guru, tokoh masyarakat, akademisi, pekerja media, pemerintah maupun polisi, untuk mengantisipasi kenakalan remaja di era gadget," kata Suko Widodo.

Selain itu, Suko juga mendorong pemerintah agar memfasilitasi forum dan ruang diskusi pendidikan digital dalam menyusun sebuah formula.

"Kita harus belajar dan berdiskusi bersama, serta perlu membentuk formulasi yang dapat diterapkan. Harapannya agar aktivitas di dunia maya yang dilakukan anak-anak bisa terarah," tambahnya.

Dalam diiskusi itu mengambil tema "Komunikasi Asik antara Orang tua dan Anak". Suko berharap orang tua dapat belajar bersama menjaga harmonisisasi hubungan, melalui komunikasi yang baik dengan anak.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Sementara peserta diskusi melibatkan 200 orang tua para pelajar di Surabaya. Beberapa orang tua menyampaikan keluhan banyaknya peristiwa di Surabaya yang disebabkan atau informasi didapat dari dunia maya.

Menjawab keluhan itu, Suko menyarankan remaja tidak harus dibatasi, melainkan diarahkan. Sebab, lanjut Suko, sikap remaja masih cenderung memiliki sifat egosentrisme.

"Sikap inilah yang membuat mereka lebih percaya dengan pendapat pribadinya, dibandingkan solusi orang tuanya. Jadi psikologi komunikasi inilah yang harus dibuatkan solusi, agar remaja tetap mau diarahkan dan tidak terjerumus pada suatu yang negatif," bebernya.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Ditambah permasalahan keterbatasan kompetensi komunikasi orang tua murid, terkadang membuat solusi menjadi sulit diterima anak-anak yang mayoritas berusia remaja.

"Ini menjadi ironi, karena sejatinya sosok orang tua menjadi guru dan orang pertama yang mendukung dan memberi pengaruh pada anak dalam memilih setiap keputusan dalam kehidupannya," ujarnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.