Jumat, 24 Jul 2026 08:42 WIB

Bupati Ponorogo Tetapkan Status Siaga Bencana

Apel siaga bencana di Alun-alun Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Apel siaga bencana di Alun-alun Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menetapkan status siaga bencana untuk Bumi Reog, Senin (24/10/2022). Ini setelah Kabupaten Ponorogo dikepung bencana beberapa hari terakhir.

Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, bersama pihak terkait menggelar apel gelar pasukan di Alun-alun Ponorogo. Kegiatan itu untuk mengecek personel dan peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Statusnya siaga agak naik super sedikit,” ujar Kang Giri sesaat setelah memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Ponorogo.

Kang Giri memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan siap untuk memghadapi bencana. Guna menghadapi terjadinya bencana, setidaknya ada 365 personel disiapkan yang berasal dari sejumlah instansi. Mulai dari Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Linmas serta para relawan.

“Juga tidak lupa kami lakukan doa bersama kepada sang pemilik jagat Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Pemkab Ponorogo akan membuka lagi posko terpadu di Pusdalops. Harapannya nanti jika terjadi bencana ada percepatan penanganan. Sebab semua unsur terkait nanti ada perwakilannya di dalam posko terpadu tersebut.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Mitigasi pascabencana ini penting. Dengan adanya posko terpadu bisa ada percepatan penanganan," terangnya.

Sepanjang Minggu (23/10), Bupati Sugiri meninjau beberapa titik bencana. Di antaranya di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, dan tanah gerak di Desa Sriti, Kecamatan Sawoo.

Terkait tanah gerak di Desa Sriti, saat ini baru ada 36 kepala keluarga (KK) yang mengungsi ke tempat lebih aman. Padahal yang terdampak ada 72 KK. Sehingga masih ada hampir separuh KK bertahan di rumahnya yang terdampak tanah gerak.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Mereka belum mau mengungsi. Sehingga kami imbau jika ada curah hujan lagi ya harus mau untuk diajak mengungsi. Sehingga kami juga memastikan bahwa warga yang terdampak tanah gerak ini dalam keadaan aman," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.