Senin, 08 Jun 2026 21:13 WIB

Bupati Ponorogo Tetapkan Status Siaga Bencana

Apel siaga bencana di Alun-alun Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Apel siaga bencana di Alun-alun Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menetapkan status siaga bencana untuk Bumi Reog, Senin (24/10/2022). Ini setelah Kabupaten Ponorogo dikepung bencana beberapa hari terakhir.

Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, bersama pihak terkait menggelar apel gelar pasukan di Alun-alun Ponorogo. Kegiatan itu untuk mengecek personel dan peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Statusnya siaga agak naik super sedikit,” ujar Kang Giri sesaat setelah memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Ponorogo.

Kang Giri memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan siap untuk memghadapi bencana. Guna menghadapi terjadinya bencana, setidaknya ada 365 personel disiapkan yang berasal dari sejumlah instansi. Mulai dari Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Linmas serta para relawan.

“Juga tidak lupa kami lakukan doa bersama kepada sang pemilik jagat Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Pemkab Ponorogo akan membuka lagi posko terpadu di Pusdalops. Harapannya nanti jika terjadi bencana ada percepatan penanganan. Sebab semua unsur terkait nanti ada perwakilannya di dalam posko terpadu tersebut.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Mitigasi pascabencana ini penting. Dengan adanya posko terpadu bisa ada percepatan penanganan," terangnya.

Sepanjang Minggu (23/10), Bupati Sugiri meninjau beberapa titik bencana. Di antaranya di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, dan tanah gerak di Desa Sriti, Kecamatan Sawoo.

Terkait tanah gerak di Desa Sriti, saat ini baru ada 36 kepala keluarga (KK) yang mengungsi ke tempat lebih aman. Padahal yang terdampak ada 72 KK. Sehingga masih ada hampir separuh KK bertahan di rumahnya yang terdampak tanah gerak.

Baca Juga: Jember Siaga Darurat Kekeringan 2026, Puncak Kemarau Diprediksi Agustus

"Mereka belum mau mengungsi. Sehingga kami imbau jika ada curah hujan lagi ya harus mau untuk diajak mengungsi. Sehingga kami juga memastikan bahwa warga yang terdampak tanah gerak ini dalam keadaan aman," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.