Jumat, 12 Jun 2026 13:37 WIB

Peningkatan Kompetensi dan Pemerataan Guru PLB Dibahas dalam Munas APOI

Munas ke-V APOI di Unesa (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Munas ke-V APOI di Unesa (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Asosiasi Profesi Ortopedagok Indonesia (APOI) yang merupakan wadah para pakar disabilitas se Indonesia menggelar musyawarah nasional (munas) ke-V di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jalan Lidah Wetan, Minggu (23/10/2022).

Munas tersebut digelar untuk membuat program kerja serta menyiapkan formulasi penguatan kompetensi guru dan proses pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unesa yang juga terpilih sebagai Ketua APOI, Sujarwanto mengungkapkan, formulasi yang disiapkan dalam menyesuaikan tantangan sekarang ini, salah satunya mengenai terbatasnya guru Pendidikan Luar Biasa (PLB).

"Selama ini guru reguler lebih banyak mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam belajar, dibanding guru PLB," ujar Sujarwanto di sela-sela Munas.

Sujarwanto menjelaskan, perguruan tinggi di Indonesia yang telah menyediakan program studi pendidikan guru PLB, masih sebatas 23 perguruan tinggi saja. Sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pendataan jumlah guru PLB ini.

"Tapi itu akan menjadi prioritas kami dalam program ini. Sebarannya tidak merata. Karena itu, dalam program lima tahun kedepan, kami akan membuat regulasi untuk membantu pemerintah dalam rangka memfasilitasi dan mendampingi ABK sejak TK hingga siap terjun di dunia industri," ujar dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dalam merealisasikan itu, lanjut Sujarwanto, selain telah menyiapkan toolkit untuk bahan dalam pengembangan kompetensi PLB, pihaknya juga akan membentuk APOI di tiap daerah dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek, provinsi dan pemkab/pemkot.

"Selama ini memang untuk menangani ABK itu terbatas sekali. Guru-guru yang reguler itu yang perlu kita kuatkan. Maka kita akan mengacu konsepnya Mas Menteri yaitu merdeka belajar," ujarnya.

"Nanti akan kita kolaborasikan dengan kementerian baik pusat, provinsi maupun daerah untuk mewujudkan Sinergi. Untuk pemerataan, dibuatkan database berisi jumlah guru PLB dan jumlah kebutuhan lembaga yang membutuhkan, ini mempermudah menganilasa sebaran (kebutuhan guru)," tambah dia.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Dia menambahkan, juga akan melakukan pendampingan kepada ABK yang belum memeliki pekerjaan. Sebab dari 15 juta peduduk disabilitas, yang sudah mendapatkan pekerjaan hanya sekitar 5 juta orang.

"Kita akan mendampingi itu, jadi di samping itu kami juga akan melakukan pendampingan-pendampingan lainnya salah satu programnya. Kita buat regulasi bersama teman APOI untuk memfasilitasi mendampingi orang dengan disabilitas dari TK hingga masuk dunia kerja," tandas Sujarwanto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.