Rabu, 17 Jun 2026 17:38 WIB

Ada 23 Kasus Anak Gagal Ginjal di Jatim: 12 Meninggal, 8 Sembuh, 3 Dirawat

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Astha Triyono (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Astha Triyono (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur membeberkan data terkait pasien anak dengan kasus diagnosis penyakit gagal ginjal akut misterius.

"Hingga 20 Oktober 2021, dari total 23 kasus itu, di antaranya 8 anak dinyatakan sembuh, 12 kasus meninggal dunia. Sedangkan 3 di antaranya masih dirawat di rumah sakit berbeda, yakni dua kasus dirawat di RSU dr Soetomo dan satu di RSSA Malang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Astha Triyono presconfrence di kantornya, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Meski telah ada puluhan kasus, pihaknya belum mengeluarkan edaran terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) gagal ginjal misterius pada anak.

"Pasien yang tengah dirawat akibat gagal ginjal akut misterius tersebut berasal dari Jatim dan dari luar Jatim. Sementara data tersebut juga merupakan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selama rentang beberapa bulan terakhir," beber Erwin.

Dijelaskannya, gejala yang umum ditemukan pada anak gagal ginjal akut misterius itu ditandai urine atau kencing yang berkurang dibarengi dengan demam serta flu.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Artinya selama kita curiga itu kencingnya berkurang, maka bisa periksa ke dokter. Kalau kencingnya baik tapi ada flu-nya, tetap ke rumah sakit," ujarnya.

Erwin menyarankan masyarakat untuk tidak mengobati sendiri jika anaknya sakit. Lebih baik dibawa ke dokter agar dapat dianalisa lebih lanjut.

"Jadi saran saya untuk masyarakat, kalau anaknya sakit apapun jangan diobati sendiri. Kalau perlu dianalisis ke dokter sehingga bisa diketahui lebih awal," ungkapnya.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Erwin juga mengimbau langkah pencegahan penyakit tersebut juga dapat dilakukan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Jadi dengan adanya cuaca ini diupayakan untuk nutrisi bagus, hindari kontak udara dingin berlebihan, jadi anak tetap sehat. Kalau ada gejala flu ya ke dokter terdekat," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.