Rabu, 17 Jun 2026 04:31 WIB

Antisipasi Longsor, BPBD Jombang Evakuasi Batu di Lereng Bukit

BPBD Kabupaten Jombang mengevakuasi batu dari lereng Bukit Kopen di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
BPBD Kabupaten Jombang mengevakuasi batu dari lereng Bukit Kopen di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow - BPBD Kabupaten Jombang melakukan evakuasi batu besar dari lereng bukit Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Evakuasi ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor di kawasan tersebut.

Sebab peristiwa longsor pernah terjadi pada 2014 silam dengan menewaskan 14 orang di lereng Bukit Kopen. Hal ini yang membuat warga trauma akan peristiwa serupa.

Kepala Desa Ngrimbi, Samsul Hadi menjelaskan jika warga masih trauma peristiwa yang terjadi 2014 silam. Adanya keluhan itu, pemerintah desa mengirimkan surat ke BPBD Kabupaten Jombang untuk melakukan evakuasi batu di lereng Bukit Kopen.

"Terus terang, kita masih trauma perisitwa (longsor) tahun 2014 silam. Kita sudah berkirim surat ke BPBD untuk dilakukan evakuasi. Dan alhamdulilah, saat ini baru bisa dikerjakan," ungkap Samsul, Jum'at (21/10/2022).

"Batu yang ada di lereng bukit Kopen ini berpotensi timbul longsor susulan. Karena lokasinya sangat miring, dan bisa mengakibatkan longsor kecil," sambungnya.

Ia mengatakan jika jarak batu ini ke pemukiman warga sangat dekat, dan membahayakan keselamatan warga.

"Jarak rumah ke batu ini kurang lebih 200 meter. Yang di RT 2 ada sekitar 30 rumah, berarti ada 75 KK," tegasnya.

Ia menyebut jika kondisi cuaca tak menentu seperti saat ini, membuat warga semakin khawatir. Untuk itu tiga batu yang ada di lereng Bukit Kopen telah dievakuasi BPBD.

Samsul menambahkan saat ini banyak warga yang berdiri di depan rumah ketika hujan lebat turun. Warga mengawasi situasi di lereng apabila terjadi longsoran.

Sementara itu, Dwi Nur Priyanto petugas lapangan BPBD Kabupaten Jombang menjelaskan pihaknya telah melakukan evakuasi batu dari tebing Bukit Kopen atas permintaan pihak desa.

Hal ini dikarenakan posisi batu sudah menggantung di tebing bukit, setelah tergerus air.

"Upaya BPBD membawa alata berat berupa ekskavator untuk melakukan evakuasi batu, yang rawan jatuh dari tebing dan berpotensi longsor menimpa rumah warga," katanya.

Menurutnya, ada dua batu yang posisinya menggantung dari tebing dan berpotensi jatuh menimpa rumah warga jika diterjang hujan terus menerus.

Dijelaskan Dwi, untuk mengevakuasi batu tersebut tim BPBD dibantu dengan warga dan perangkat Desa setempat.

"Kita upayakan terevakuasi. Kita lakukan penarikan secara manual dengan warga dan dibantu ekskavator," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.