Minggu, 21 Jun 2026 11:03 WIB

Legenda Totok Kerot, Putri Cantik dari Lodoyo Blitar Dikutuk jadi Buruk Rupa

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 16 Okt 2022 15:00 WIB
Arca Totok Kerot di Desa Bulupasar, Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Arca Totok Kerot di Desa Bulupasar, Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri berdiri arca raksasa yang konon memiliki ‘nyawa’. Dia merupakan perwujudan putri cantik dari Lodaya Blitar yang dikutuk oleh Sri Aji Jayabaya.

Sri Aji Jayabaya memang menjadi sosok penting dalam perjalanan Kerajaan Kediri, yang memiliki kesaktian tak tertandingi. Arca Totok Kerot menjadi salah satu bukti kesaktian sang raja.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Dalam cerita rakyat yang berkembang, arca raksasa setinggi 2,65 Meter tersebut tercipta sebagai akibat dari kutukan yang dikeluarkan Sri Aji Jayabaya.

“Cerita rakyatnya Putri Lodoyo,” kata Didin Saputro, pegiat budaya di Kabupaten Kediri.

Dalam ceritanya, ujar Didin Totok Kerot merupakan penjelmaan puteri cantik dari di Lodoyo, Blitar. Dia bersikeras ingin diperistri oleh Sri Aji Jayabaya. Padahal keinginannya tersebut ditentang oleh sang ayah.

Karena tidak mendapatkan restu dari orang tuanya tersebut, sang puteri nekat datang ke Kediri dan terlibat peperangan dengan pasukan dari kerajaan, yang dikisahkan kemenangan akhirnya berpihak kepadanya.

Sebagai tuntutan atas kemenangannya, sang puteri berkeras ingin ditemui oleh Sri Aji Jayabaya, yang pamuksannya ada di sekitar Arca Totok Kerot di Desa Menang.

Tuntutan sang puteri terkabulkan, dimana saat berhasil bertemu dengan Sri Aji Jayabaya dia kembali menyampaikan keinginannya untuk diperistri.

Namun sang raja bersikukuh menolak dan terjadi perang tanding di antara keduanya. Setelah sang puteri terdesak, Sri Aji Jayabaya mengeluarkan sabda atau kutukan dengan menyebut sang puteri memiliki kelakuan seperti buto (raksasa).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Maka dari itu, Arca Totok Kerot ini seperti buto perempuan raksasa dengan rambut terurai, duduk jongkok dengan kaki kiri melipat ke dalam, mata melotot, mengenakan mahkota dan kalung tengkorak. Satu lengan sebelah kiri putus.

Temuan pertama kali Arca Totok Kerot ini menurut Didin Saputro disebutkan oleh Mas Soema-sentika dari Distrik Sukareja pada 1865. Yang kemudian ditulis ke dalam buku yang diterbitkan 1902.

Dalam literasi lain, arca ini kemudian berhasil diangkat pada tahun 1970. Ini yang diduga menjadi penyebab putusnya lengan kiri Arca Totok Kerot tersebut.

Meski berupa arca, menurut Didin berdasarkan cerita masyarakat yang berkembang, Totok Kerot diyakini masih memiliki ‘nyawa’ atau hidup.

Belum lama ini, Situs Arca Totok Kerot mendapat peringkat Nasional melalui rekomendasi yang diusulkan Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN).

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Salah satu pertimbangannya, menurut Didin Saputro Arca Torok Kerot memiliki kandungan nilai yang mencerminkan karya adiluhung kebudayaan bangsa Indonesia.

“Keunikan lainnya, Arca Totok Kerot ini bersifat tunggal. Biasanya arca dwarapala umumnya berdiri berpasangan. Karena fungsi utamanya sebagai penjaga gerbang masuk,” tandas Didin.

Untuk diketahui, selain hanya berjarak 10 kilometer dari pamuksan Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, jika ditarik garis lurus sekitar 2 kilometer ke arah timur, juga terdapat situs Calon Arang yang menyimpan fragmen-fragmen batu candi, yoni, dan beberapa benda purbakala lainnya.

Hal ini patut diduga terdapat percandian besar di wilayah ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.