Kamis, 18 Jun 2026 07:25 WIB

Misteri Aroma Amis di Jembatan Kaliketek Bojonegoro, Incar Tumbal Perawan

Penerawangan Om Hao di jembatan Kaliketek (lama) Bojonegoro. (Foto: tangkapan layar YouTube)
Penerawangan Om Hao di jembatan Kaliketek (lama) Bojonegoro. (Foto: tangkapan layar YouTube)

jatimnow.com - Jembatan Kaliketek Bojonegoro ini merupakan peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda yang dibangun tahun 1914. Jembatan tua ini pun menyisakan banyak misteri yang sampai kini masih dipercaya masyarakat sekitar.

Konon, saat pembangunan jembatan ini banyak nyawa yang harus ditumbalkan. Jembatan penghubung Desa Banjarejo dan Banjarsari itu hingga kini masih kental dengan aura mistisnya.

Baca Juga: Kolektor Tionghoa Surabaya Ubah Citra Keris, dari Mistis Jadi Kebanggaan Budaya

Tak sembarangan tumbal yang diinginkan oleh "penghuni" jembatan ini. Dia harus perawan. Hal itu diketahui dari salah satu praktisi supranatural dalam konten mistisnya seperti dilihat jatimnow.com.

"Di sini tumbalnya anak-anak perawan yang ditanam," ucap Om Hao, sapaan akrabnya melalui kanal YouTube Kisah Tanah Jawa.

Nama jembatan Kaliketek, didapat dari sejarah lingkungan tersebut yang dulunya banyak dihuni hewan ketek alias kera yang membentang di atas sungai. Namun, itu hanyalah nama, kisah mistis jembatan tersebut terjadi karena beberapa tragedi berdarah hingga insiden keji kala itu.

"Ada beberapa manusia yang digunakan untuk menahan arus sungai saat akan dilakukan pengecoran," ungkapnya.

Dimulai dari tumbal saat proses pembangunan, insiden pembantaian PKI hingga tragedi perang antara Tentara Jeni Pelajar (TJP) dengan Belanda.

"Saya melihat sosok astral di sini yang memanfaatkan tempat ini terus meminta korban. Dan tempat ini juga jadi buangan, jadi ada orang yang ke paranormal, minta sesuatu untuk jahat semisal, seperti pesugihan atau membuang ilmu, itu dibuangnya di sini. Sehingga tempat ini paling penuh," lanjut Om Hao.

Baca Juga: Marak Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, Pemkot Malang: Bukan Soal Pembatas, tapi...

Dari banyaknya tragedi itu, timbulah aura negatif hingga kesan mistis saat melewati jembatan yang selesai dibangun pada tahun 1915 itu.

Bahkan, secara batin, jembatan Kaliketek (lama) memiliki aroma amis dan banyak dengan bercak darah sisa-sisa pembantaian dan peperangan. Ditambah dengan sosok makhluk astral penunggu sungai Kaliketek.

Om Hao membeberkan sosok astral penunggu sungai itu berukuran cukup besar dan tinggi. Konon sudah tinggal di sana sebelum Kota Bojonegoro ada.

Sosok tersebut yang selama ini menyeret psikis pengendara yang lewat dengan fikiran kosong atau dengan kondisi hati yang gundah. Fikiran mereka akan dibawa untuk menoleh kanan-kiri hingga fokus berkendara hilang.

Baca Juga: Video: Bocah 5 Tahun Meninggal Secara Misterius

"Itu tanduknya lima dan itu yang selalu minta korban. Jadi kalau ada orang lewat itu kondisinya kosong, galau atau apa itu, bawaanya pingin lihat ke bawah, kayak ada energi yang narik. Jadi mempengaruhi secara psikis saat lewat sini," jelasnya.

Selain itu, jembatan Kaliketek juga menjadi titik insiden berdarah TJP menghalau Belanda saat agresi militer pada Desember 1948.

"Desember 1948 sempat diledakkan oleh Tentara Jeni Pelajar (TJP) agar Belanda tidak bisa masuk ke Bojonegoro untuk agresi, berupaya untuk menguasai kembali wilayah Bojonegoro," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.