Minggu, 07 Jun 2026 08:04 WIB

Jejak Dewi Kili Suci di Gunung Pucangan Jombang

Gunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaan (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Gunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaan (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gunung Pucangan yang berada di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang dikenal sebagai tempat yang tidak sembarangan.

Gunung ini dianggap suci, lantaran dijadikan tempat pertapaan Dewi Kili Suci, putri Raja Airlangga penguasa Kerajaan Kadiri.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Dian Sukarno, salah satu penelusur sejarah Jombang mengatakan, Gunung Pucangan merupakan tempat yang dipilih Dewi Kili Suci untuk melakukan pertapaan.

"Setelah ia tidak mau dijadikan putri kerajaan oleh Raja Airlangga yang merupakan ayahnya sendiri. Dewi Kili Suci ini bertapa ke Gunung Pucangan," ungkap Dian, Selasa (11/10/2022).

Dian menyebut bahwa Dewi Kili Suci merupakan anak pertama dari Raja Airlangga dan Putri Galuh.

Gunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaanGunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaan

"Airlangga yang baru berusia 16 tahun menikah dengan Galuh Sekar, putri Dharmawangsa Teguh yang tak lain pamannya sendiri," paparnya.

Dian menambahkan, Dharmawangsa Teguh merupakan penguasa Kerajaan Medang yang berpusat di Watan, sekarang diperkirakan menjadi wilayah Maospati, Magetan.

"Sedangkan Airlangga putra pasangan Raja Udayana dan Mahendradatta. Ayahnya menjadi Raja Bedahulu di Gianyar, Bali dari Wangsa Warmadewa. Sedangkan ibunya putri Raja Sri Makutawangsawardhana, penguasa Kerajaan Medang periode Jatim dari Wangsa Isyana," bebernya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Dian melanjutkan, Raja Sri Makutawangsawardhana merupakan cucu Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jatim yang berkuasa pada 929-947 masehi.

"Prabu Airlangga itu memiliki tiga keturunan yang pertama Dewi Kili Suci, Lembu Amiluhur dan Lembu Amerdadu," ucapnya.

Karena tidak ingin dijadikan putri kerajaan, Dewi Kili Suci memilih untuk melakukan pertapaan di Gunung Pucangan.

Gunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaanGunung Pucangan, tempat Dewi Kili Suci melakukan pertapaan

"Karena Dewi Kili Suci ini tidak mementingkan keduniawian, jabatan sehingga memilih bertapa," imbuhnya.

Baca Juga: Mengenal Arsitektur Masjid Besar At-Taqwa Wates Kediri, dari Tradisional Jadi Modern

Hanya saja Dian masih belum bisa memastikan apakah Gunung Pucangan merupakan tempat makam Dewi Kili Suci dan makam dari dayang-dayangnya.

"Kalau saya lebih pasnya itu menyebutnya petilasan," tegasnya.

Landasannya, sambung Dian, karena saat ini masih belum ada artefak atau batu yang menunjukan itu konsep makam atau hanya petilasan.

"Itu yang harus dipelajari lebih lanjut, karena makam-makam itu tidak ada namanya. Kalau Hindu-Buddha kan tidak ada makam," pungkas Dian.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.