Selasa, 16 Jun 2026 17:40 WIB

Puluhan Ribu Pelajar Pecahkan Rekor MURI Tari Remo Boletan

Para peserta tari remo boletan di Alun-alun Kabupaten Jombang saat memecahkan rekor MURI.(Foto: Elok Aprianto)
Para peserta tari remo boletan di Alun-alun Kabupaten Jombang saat memecahkan rekor MURI.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Puluhan ribu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Jombang mengikuti tari remo boletan di Alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (11/10) pagi sekitar pukul 9.00 WIB.

Tak hanya pelajar, Bupati dan Wakil Bupati Jombang beserta Forkopimda juga mengikuti tari remo boletan yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jombang. Total peserta mencapai 41.112 orang dan diselenggarakan di 70 titik.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Selain itu, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pemecahan rekor MURI. Bahkan tari remo boletan juga diajukan pada UNESCO sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemkab Jombang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen menjelaskan, kegiatan memecahkan rekor muri ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112.

Ia mengaku ada berbagai jenjang peserta didik yang mengikuti kegiatan ini.

"Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA memberikan kado terindah bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Yaitu berkenaan dengan peringatan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jombang ke-112 bersama tari remo boletan," ungkapnya.

Senen menjelaskan, kegiatan ini juga didasari berbagai hal. Dengan tujuan untuk memperkenalkan tari remo pada generasi muda.

"Memberikan apresiasi terhadap seni budaya dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Selanjutnya memberikan perlindungan kekayaan budaya dan hak cipta sebagai upaya hukum dalam memberikan kepastian hukum," katanya.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di 70 titik dengan diikuti oleh 41.112 peserta.

"Kenapa muncul angka 112, karena ini berkenaan dengan peringatan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jombang yang ke-112. Namun dalam pelaksanaannya, panitia mencatat ada sekitar 43.043 peserta," pungkasnya.

Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Jombang, Dorong Percepatan Distribusi ke Sekolah Agama

Sementara itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengapresiasi atas terselenggaranya pemecahan rekor MURI tari remo boletan yang diikuti 41.112 peserta di 70 titik yang ada di wilayah Kabupaten Jombang.

"Hari ini saya ucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara yang benar-benar luar biasa. Yang dilakukan Dinas Pendidikan dan panitia pelaksana yang sangat luar biasa," tegasnya.

Bupati mengaku bahwa ini merupakan kegiatan yang belum pernah dilakukan di Kabupaten Jombang, dengan melibatkan peserta yang sedemikian banyaknya mencapai puluhan ribu orang.

"Yang belum pernah kami lakukan dalan jumlah yang besar dengan peserta mencapai 41. 112 orang yang bertepatan dengan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jombang. Ini sangat luar biasa," tukasnya.

Sementara itu, Sri Widayati pencatat dari museum rekor MURI mengaku sebelumnya sudah mencatat 13 agenda kegiatan di Jombang.

Baca Juga: Pembangunan Flyover Mengkreng Dibiayai Siapa?

"Yang terbaru adalah tingkeban secara virtual yang diikuti oleh peserta terbanyak di 22 lokasi dengan jumlah peserta 660 ibu hamil, yang dilaksanakan pada 3 Oktober 2021," paparnya.

Ia menyebut, pencatatan tari remo di Jombang bukan kali pertama yang dilakukan MURI. Sebelumnya Jombang telah mencatatkan tari remo massal pada Juli 2006 dengan 1.389 peserta. Namun rekor tersebut ditumbangkan oleh UNESA pada Desember 2019 dengan jumlah peserta mencapai 2.655 peserta.

"Dan hari ini bukan main-main jumlah masa yang dikerahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang dengan jumlah peserta 41.112 orang. Ini sungguh luar biasa," katanya.

"Kami yakin tari remo ini tidak semata-mata mengejar rekor MURI. Tapi lebih pada menggelorakan semangat kebanggaan nasional. Saya mewakili bapak Jaya Suprana, kami umumkan sekaligus kami mengesahkan bahwa pagelaran tari remo boletan dengan penari sebanyak 41.112 peserta resmi tercatat di MURI," pungkasnya. 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.