Rabu, 24 Jun 2026 01:55 WIB

Yuk, Kita Mengenal Motif-motif Batik Khas Daerah Tulungagung

Sigit saat memamerkan sejumlah koleksi batik Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sigit saat memamerkan sejumlah koleksi batik Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com- Tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan marmer, Tulungagung juga tersohor sebagai salah satu daerah dengan produksi kain batik. Hingga saat ini beberapa pengusaha kain batik juga masih eksis.

Beberapa produksi kain batik seperi batik tulis, batik cap, batik print hingga batik shibori dan ecoprint banyak ditemukan. Tulungagung juga memiliki motif batik khas yang tidak ditemukan di daerah lain.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Sigit Suseno, salah seorang kolektor dan perajin batik menerangkan motif khas batik Tulungagung dapat dikenali dari warna dan gambar. Untuk gambar yang menjadi motif khas adalah keragaman flora dan fauna.
Setiap motif batik selalu terdapat gambar flora seperti aneka bunga dan tumbuhan, serta hewan seperti ikan dan burung. Motif ini terpengaruh dengan kondisi geografis Tulungagung tempo dulu yang merupakan daerah rawa-rawa.

"Jadi apa yang dilihat masyarakat waktu itu yang seperti tumbuh-tumbuhan, ikan, burung dimasukkan semua menjadi motif batik," ujarnya, Senin (3/10/2022).

Untuk warna, batik khas Tulungagung dibagi menjadi 3 cluster. Mereka menyebut sebagai batik khas Majan, Ringinpitu dan Kalangbret. Pembagian cluster ini sesuai dengan kawasan produsen batik. Untuk Batik Majan memiliki ciri khas warna coklat kehijauan. Sedangkan Batik Ringinpitu berwarna coklat gelap, dan Batik Kalangbret lebih dominan coklat terang atau cerah.

"Warna coklat atau disebut sogan ini setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, untuk Tulungagung warnanya dibagi 3 sesuai dengan kawasan perajinnya," terangnya.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Menurut Sigit, pihak Pemkab Tulungagung sendiri pernah mempatenkan 86 motif batik khas Tulungagung. Beberapa motif tersebut diantaranya buket parang parung, buntal merak sogan, gembol emas dan sekar jagad merak ndeprok. Dalam motif tersebut selalu terdapat gambar ragam bunga maupun hewan.

"Mungkin di daerah lain ada motif ini tapi yang membedakan dengan Tulungagung adalah gambar hewan atau bunga dan warnanya, memiliki ciri khas lain," tuturnya.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

Saat ini jumlah perajin yang memproduksi batik khas Tulungagung terus mengalami penurunan. Beberapa produsen banyak yanng beralih memproduksi batik motif kreasi yang kini banyak digemari konsumen. Sigit berharap, Pemkab memiliki peraturan khusus untuk melindungi motif batik khas Tulungagung ini.

"Mungkin bisa dijadikan seragam atau apapun, yang pasti harus batik tulis dengan motif khas Tulungagung," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.