Minggu, 14 Jun 2026 08:04 WIB

Aremania Rusuh di Stadion Kanjuruhan, IGK Manila: PSSI Harus Tanggung Jawab

Mantan pengurus PSSI bidang wasit, IGK Manila. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Mantan pengurus PSSI bidang wasit, IGK Manila. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mantan manajer tim nasional I Gusti Kompyang (IGK) Manila merasa sedih atas tragedi rusuhnya Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan 127 orang meninggal dunia.

Ia menyebut, kerusuhan itu seharusnya bisa diantisipasi agar tidak terjadi kericuhan yang merenggut hingga ratusan nyawa.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Sudah puluhan tahun sejak ada liga Galatama itu selalu kalau ketemu pasti ricuh. Harus diantisipasi, satu kapasitas stadion berapa, apakah pembeli tiket dibatasi dengan kapasitas. Panitia pelaksana pertandingan harus mencari penyebabnya," kata IGK Manila, Minggu (2/10/2022).

Ia menambahkan, kericuhan tadi malam ada penyemprotan gas air mata dan diduga meninggalnya korban karena berebut keluar dari stadion sehingga terinjak-injak suporter lainnya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Itu semua harus dicari penyebabnya apa dan siapa. Gas air mata itu mungkin bikin orang panik, orang yang ada di atas tribun turun ke bawah, jalannya sempit dan terinjak-injak, meninggalnya itu mungkin karena itu. Saya melihat meninggal banyak menurut saya karena gas air mata, kedua ada unsur X," ungkapnya.

Mantan pengurus PSSI bidang wasit ini menjelaskan, kemungkinan besar ada unsur yang menyebabkan kerusuhan ini.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Panpel harus buat laporan, PSSI harus tanggung jawab. Kejadian ini bukan kali ini kejadian, kita harus mengantisipasi, panitia pelaksana dan kepolisian dikaitkan, ini mencoreng PSSI dan kepolisian ini nanti bisa kena karena sepakbola ini yang butuh keamanan karena yang menonton banyak," paparnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.