Kamis, 18 Jun 2026 10:13 WIB

Tenda Surabaya Kite Festival 2022 Ambruk Diterjang Angin Kecang

Tangkapan layar video suasana tenda non-permanen di Surabaya Kite Festival 2022 porak-poranda diterjang angin (Foto: Dit for jatimnow.com)
Tangkapan layar video suasana tenda non-permanen di Surabaya Kite Festival 2022 porak-poranda diterjang angin (Foto: Dit for jatimnow.com)

jatimnow.com - Surabaya Kite Festival 2022 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Kota Surabaya terancam tak maksimal.

Tenda-tenda non-permanen pada perayaan internasional layang-layang itu ambruk diterjang angin kencang, pascahujan yang mengguyur Surabaya. Akibatnya, kegiatan yang dijadwal sekitar jam 10.00 WIB terpaksa molor.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Padahal, di lokasi, banyak dari peserta yang telah merakit layang-layang mereka. Mereka terdiri dari negar-negara tetangga, mulai Jepang, Singapura, hingga Swedia. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Sebelumnya, melalui pengeras suara, panitia telah meminta peserta untuk bersiap menerbangkan layang-layang mereka.

"Penilaian layang-layang 3 dimensi dulu, (disusul) 2 dimensi. Ayo! Semua peserta silakan merapat ke tenda registrasi, lalu kita mulai (menerbangkan layang-layang)," ucap salah satu pemandu lomba.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Meski telah molor, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramadhani membantah kegiatan tersebut molor dari jadwal.

"Nggak molor, tetap sesuai jadwal, sesuai rilis yang kemarin," kata Farah kepada wartawan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara, Jarot peserta asal Indonesia mengaku beruntung. Pasalnya, saat angin kencang terjadi dirinya belum sempat merakit layang-layang untuk diterbangkan.

"Punya saya ada yang belum (dirakit)," ucap Jarot.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.