Minggu, 21 Jun 2026 01:58 WIB

Menunggu 28 Tahun, TNI AU Baru Ikut Latma Pitch Black di Australia

Proses pelepasan tim ke Australia/Foto: Mita Kusuma
Proses pelepasan tim ke Australia/Foto: Mita Kusuma

jatimnow.com - Penantian panjang TNI AU Indonesia untuk mengikuti Latma Pitch Black di Australia akhirnya terbayarkan. Pasalnya, setelah 28 tahun menunggu, baru kali ini TNI AU Indonesia diberi kesempatan untuk mengikuti Latma Pitch Black yang akan digelar pada Agustus 2018 mendatang.

“Untuk ikut dalam skenario latihan Pitch Blak ini membutuhkan waktu 28 tahun. Ini merupakan ajang latihan dua tahunan  yang diselenggarakan AU Australia (RAAF)," kata Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Samsul Rizal, kepada wartawan, Rabu (25/7/2018).

Baca Juga: Lewat KKRI 2026, TNI Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Pelajar Jember

Menurut Samsul, latihan yang diselenggarakan di kawasan Utara Negeri Kangguru tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia sudah dianggap mampu. Bahkan, dinilai sejajar dengan angkatan udara negara-negara lain serta menjadi tolok ukur profesionalisme Angkatan Udara dalam mengawaki alutsista.

Selama ini, lanjut dia, pihak Australia hanya melibatkan Angkatan Udara yang benar-benar masuk kreteria modern alutsista dan memenuhi SOP yang Profesional dan Safety. Sejak awal digelar Pitch Black tahun 1981, keikutsertaan Indonesia hanya sebatas sebagai observer. 

"Baru tahun inilah Indonesia melibatkan pesawat terbanyak sepanjang keikutsertaanya," terangnya.

Baca Juga: Warga Tulungagung Antusias Melihat Latihan Terjun Payung Prajurit TNI AU

Pada latihan kali ini, Skadron udara 3 yang dipimpin oleh Letkol Pnb Gusti Made Yoga “barong” Ambara memberangkatkan 87 personel dan 6 peninjau dari Mabesau. Keberangkatan mereka menuju Darwin Australia dilepas pada Rabu (25/7/2018).

Keberangkatan pesawat F 16 ke Australia dilepas dengan kehadiran ratusan siswa dari SMA 3 Taruna Angkasa dan SMK Penerbangan Angkasa. Lambaian bendera merah putih di tangan sebagai kebanggaan dan simbol dilepasnya duta-duta bangsa. 

Di Pitch Black 2018 itu, TNI AU akan unjuk kebolehan dengan jet tempur lain, diantaranya Australia yang menjagokan F/A-18 E/F Super Hornet, E/A-18 Growler, dari Singapura mendatangkan F-16 C/D dan F-15SG, Perancis mendatangkan Rafale, Malaysia membawa F/A-18D Hornet, Thailand dengan jet tempur Gripen, dan Marinir AS yang mengusung F/A-18 C/D Hornet.

Baca Juga: TNI-Polri Kawal Ketat Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.