Senin, 22 Jun 2026 06:52 WIB

Penertiban 11 Bangunan di Jalan Semarang Surabaya Diwarnai Isak Tangis

Salah satu pemilik bangunan di Jalan Semarang berteriak histeris
Salah satu pemilik bangunan di Jalan Semarang berteriak histeris

jatimnow.com - Pembongkaran bangunan semi permanen yang berada di ruang milik jalan (Rumija) Jalan Semarang, Surabaya sempat mendapat protes dari pemilik bangunan, Rabu (25/7/2018).

Penertiban yang dilakukan mulai pukul 07.00 WIB ini diwarnai dengan perlawanan serta tangisan. Salah satu warga bernama Ibu Romli terus melawan lantaran menolak tempat usahanya dirobohkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Baca juga: Melanggar Rumija, 11 Bangunan di Jalan Semarang Surabaya Dibongkar

Berdasarkan pantauan dilokasi warga tersebut menolak dibongkar lahannya karena relokasi yang diberikan oleh Pemkot kepada warga tidak layak, tidak sesuai dengan yang diinginkan

"Ya Allah, pak jangan digusur, kami manusia kami butuh makan pak, kami rakyat kecil pak," teriak Romli sambil menangis.

Kerabat Romli dan juga anaknya sempat marah karena pembongkaran ini, akhirnya Satpol PP berusaha untuk meredam amarah ini dan mengamankan Romli ke seberang jalan untuk ditenangkan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (trantibum) Satpol PP Kota Surabaya Bagus Supriyadi mengatakan, bagunan semi permanen ini sudah berdiri sejak tahun 1970. Pihaknya sudah mensosialisasikan terlebih dahulu rencana pembongkaran ini kepada warga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sudah kami sosialisasikan hampir satu setengah bulan yang lalu. Nanti akan kami relokasi di pasar loak dupak, untuk stan sudah kami siapkan baik itu display maupun barang-barang yang dijual," ujar Bagus kepada jatimnow.com, Rabu (25/7/2018).

Bagus juga mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pengganti tempat atau untuk relokasi bangunan yang ditertibkan ini.

"Untuk ukuran menyesuaikan dengan di lokasi, yang pasti sudah kami siapkan. Selanjutnya untuk lahan ini akan digunakan Pemkot untuk fasilitas umum," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, Romli mengatakan tetap ingin mempertahankan bangunannya disini, meskipun ada relokasi karena tidak sesuai.

"Saya maunya tetap disini, kalaupun di relokasi harus sama tempatnya sesuai dengan apa yang kita jual. Disana gantinya hanya 2x3 meter lahannya, itupun di lantai 2, sedangkan yang disini luasnya 4x15 meter. Barang yang kita jual ukurannya sekutar 6 meter, istilahnya dikasih lahan tapi ngga layak," protes Romli.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.