Rabu, 17 Jun 2026 17:44 WIB

Ini Pesan Terakhir Teknisi PLN Surabaya yang Gantung Diri di Kamar Kos

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Jul 2018 12:01 WIB
Ayah dan ibu kandung teknisi PLN yang gantung diri
Ayah dan ibu kandung teknisi PLN yang gantung diri

jatimnow.com - Sebelum ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya Jalan Ploso Timur III No 51 Surabaya, Angga Riski Pratama (24) warga asal Desa Bagelenan RT 001 RW 002, Kecamatan Srengat, Blitar, ternyata sempat menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya.

Kisah itu diceritakan Muhammad Karli (48) ayah kandung dan Sulastri (47), ibu kandung korban yang Rabu (25/7/2018) pagi berada di TKP.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Pesan itu disampaikan anak saya melalui sms kepada ibunya pada Minggu (22/7/2018) malam. Saat itu, dia sedang bertugas di Lombok, NTT," sebut Karli.

Baca juga: Seorang Teknisi PLN di Surabaya Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos

Secara detail, Karli membeberkan isi sms anaknya itu kepada ibunya.

"Sepurane aku dorong iso balik. Ojo hubungi aku sek. HP tak pateni' (Maafkan saya Ibu, saya belum bisa pulang. Jangan hubungi saya dulu. HPnya tak matikan)," urai Karli menirukan isi sms anaknya tersebut.

Darisanalah, Karli dan istrinya mengaku sama sekali tidak bisa menghubungi anaknya. Dan untuk memastikan kondisi anaknya, Karli menyuruh istrinya ke Surabaya pada Senin (23/7/2018). Tapi sampai di Surabaya, Sulastri tidak mendapati Angga. Sebab kantor PLN Ploso, Tambaksari Surabaya mengatakan Angga masih di Lombok.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Darisanalah, Sulastri kembali ke Blitar. Tapi Selasa (24/7/2018) HP Angga kembali tidak bisa dihubungi. Sehingga pada hari itupula, Sulastri memutuskan ke Surabaya bersama Karli suaminya. Sampai di Surabaya Selasa malam, keduanya tidak mendapati Angga. Bahkan sampai pagi keduanya menunggu.

Baca juga: Teknisi PLN Surabaya yang Gantung Diri, Berencana Menikah Sebulan Lagi

"Kami tidak bisa masuk ke dalam. Karena kamarnya terkunci. Saat pagi, kami ke lantai atas kamar anak saya. Ternyata kami intip dari luar, anak saya gantung diri," kata Karli.

"Dia (Angga) mau rapa'an ke KUA Senin (30/7/2018) besok, sebab dia akan menikah pada 26 Agustus 2018," sambung Karli.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, sepanjang proses identifikasi dan evakuasi jasad Angga, Sulastri ibu kandung Angga terus menangis. Dia hanya bisa bercerita bahwa anak pertamanya itu merupakan anak yang baik, pendiam dan pekerja keras.

"Saya minta maaf. Dia anak kesayangan saya," ucapnya seraya terus meneteska air matanya.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.