Minggu, 07 Jun 2026 08:05 WIB

Akhir Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto

Tim Basarnas saat melakukan pencarian di Bukit Krapyak Mojokerto (Foto: Nor for jatimnow.com)
Tim Basarnas saat melakukan pencarian di Bukit Krapyak Mojokerto (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Operasi SAR dalam mencari Raffi Dimas Baddar (21), mahasiswa pendaki asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Mojokerto yang hilang di Bukit Krapyak, Pacet dihentikan.

"Sampai hari ini masih nihil. Pencarian (Operasi SAR) kami putuskan resmi dihentikan hari ini. Personel sudah ditarik turun sekitar pukul 16.30 WIB. Posko sudah kami tutup dan bongkar. Kalau ada tanda-tanda bisa dibuka kembali. Jadi setelah ini bisa dilakukan pencarian secara mandiri," jelas Komandan Tim Basarnas Surabaya, Octavino, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Dia menambahkan, pencarian mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya ini dengan cara mandiri akan tetap dilanjutkan dengan personel dari pihak keluarga, relawan dan pengelola wisata.

"Pihak keluarga korban menerima dan kemungkinan akan ikut mencari secara mandiri nanti. Tidak ada permintaan untuk ditambah waktu pencarian. Kalaupun ada, tetap tidak bisa karena sudah SOP-nya. Apalagi tidak ditemukan tanda-tanda terakhir posisi korban di mana," ujarnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Tim gabungan yang melibatkan 70 orang melakukan pencarian mahasiswa semester III fakultas teknik tersebut. Mereka menyebar di beberapa tempat seperti Pusung Malang, Pusung Bogor, hingga jalur Gunung Welirang yang berpusat di Putuk Puyang.

"Gunung Welirang juga sempat disisir, tapi melihat jalurnya tidak mungkin. Soalnya rumput-rumputnya masih tinggi, belum dilewati orang," beber dia.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Namun hari terakhir ini, pencarian berfokus di Goa Cina berdasarkan hasil asesmen Tim SAR, sim card provider yang digunakan Dimas mendapat sinyal di titik tersebut. Teman Dimas juga sempat mengirimkan pesan WhatsApp terkirim, tapi tidak dibaca atau respon.

"Kita sudah coba beberapa sim card untuk mencari titik-titik yang ada sinyal karena ini berkaitan dengan teman korban yang sempat mengirim pesan dan terkirim. Dan lokasi yang paling kuat sinyal di kawasan Goa Cina sehingga pencarian terakhir difokuskan di sana," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.