Rabu, 22 Jul 2026 17:53 WIB

Akhir Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto

Tim Basarnas saat melakukan pencarian di Bukit Krapyak Mojokerto (Foto: Nor for jatimnow.com)
Tim Basarnas saat melakukan pencarian di Bukit Krapyak Mojokerto (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Operasi SAR dalam mencari Raffi Dimas Baddar (21), mahasiswa pendaki asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Mojokerto yang hilang di Bukit Krapyak, Pacet dihentikan.

"Sampai hari ini masih nihil. Pencarian (Operasi SAR) kami putuskan resmi dihentikan hari ini. Personel sudah ditarik turun sekitar pukul 16.30 WIB. Posko sudah kami tutup dan bongkar. Kalau ada tanda-tanda bisa dibuka kembali. Jadi setelah ini bisa dilakukan pencarian secara mandiri," jelas Komandan Tim Basarnas Surabaya, Octavino, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

Dia menambahkan, pencarian mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya ini dengan cara mandiri akan tetap dilanjutkan dengan personel dari pihak keluarga, relawan dan pengelola wisata.

"Pihak keluarga korban menerima dan kemungkinan akan ikut mencari secara mandiri nanti. Tidak ada permintaan untuk ditambah waktu pencarian. Kalaupun ada, tetap tidak bisa karena sudah SOP-nya. Apalagi tidak ditemukan tanda-tanda terakhir posisi korban di mana," ujarnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Tim gabungan yang melibatkan 70 orang melakukan pencarian mahasiswa semester III fakultas teknik tersebut. Mereka menyebar di beberapa tempat seperti Pusung Malang, Pusung Bogor, hingga jalur Gunung Welirang yang berpusat di Putuk Puyang.

"Gunung Welirang juga sempat disisir, tapi melihat jalurnya tidak mungkin. Soalnya rumput-rumputnya masih tinggi, belum dilewati orang," beber dia.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Namun hari terakhir ini, pencarian berfokus di Goa Cina berdasarkan hasil asesmen Tim SAR, sim card provider yang digunakan Dimas mendapat sinyal di titik tersebut. Teman Dimas juga sempat mengirimkan pesan WhatsApp terkirim, tapi tidak dibaca atau respon.

"Kita sudah coba beberapa sim card untuk mencari titik-titik yang ada sinyal karena ini berkaitan dengan teman korban yang sempat mengirim pesan dan terkirim. Dan lokasi yang paling kuat sinyal di kawasan Goa Cina sehingga pencarian terakhir difokuskan di sana," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.