Selasa, 16 Jun 2026 14:29 WIB

Harga Beras di Jombang Terus Meningkat, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Kenaikan harga BBM bersubsidi berimbas terhadap harga bahan pokok. Salah satunya harga beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang. Kondisi ini membuat warga mengeluh lantaran harga beras terus naik setiap pekannya.

Ditemui di lapak jualannya, pedagang beras di Pasar Citra Niaga Galih (48) mengaku harga beras setiap pekannya mengalami kenaikan. Harga beras naik mulai Rp200, terus bertambah jadi Rp800 hingga Rp1.000 per kilogramnya setiap pekan.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

"Naik lagi sekarang, sudah sejak 2 hari lalu. Kalau kenaikan beras dari harga normal itu sudah sejak kurang lebih dua mingguan. Jadi normalnya awal itu Rp8 ribu rupiah per kilogramnya. Sekarang sudah naik Rp700 sampai Rp1.000. Jadi sekarang kurang lebih seharga Rp9 ribu rupiah per kilogramnya," ungkapnya, Jumat (16/9/2022).

Kenaikan harga beras membuat barang dagangannya sepi pembeli. Ia pun mengalami penurunan omzet penjualan.

"Sebelumnya orang beli 7 sampai 10 kg, sekarang turun jadi 2 sampai 5 kg. Itu pun kalau jadi, kadang orang-orang masih tawar-menawar gitu," bebernya.

Galih menduga kenaikan harga beras akan terus terjadi. Sebab harga BBM bersubsidi naik sehingga berpengaruh pada ongkos transportasi beras dari petani.

"Ke depannya ini masih belum tahu harganya. Tapi menurut saya akan mengalami kenaikan lagi. Bukan karena BBM naik saja kenaikan harga beras ini terjadi. Tapi juga dikarenakan pemasokan bahan pangan sekarang berkurang," tegasnya.

Untuk itu, ia berharap pada pemerintah agar mencarikan solusi dan mengatasi kondisi ini. Sehingga para pedagang tidak mengalami penurunan pendapatan.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Cek Stok dan Kualitas Beras di Gudang Bulog Candirejo Nganjuk

"Ya harapannya kami, bagaimana bisa normal," tukasnya.

Sementara itu, Sulami (46) salah satu pembeli beras asal Desa Kepatihan, mengeluhkan kenaikan harga beras.

"Iya mas, mengeluh. Bagaimana tidak, beras ini kebutuhan pangan, kebutuhan keluarga di rumah setiap harinya. Bayangkan, sejak BBM naik itu beras sudah naik Rp200, sekarang naik lagi kisaran Rp700 hingga Rp1.000 per kg," ujarnya.

Dua hari sebelumnya, Sulami sudah mencari pedagang yang menjual beras dengan harga normal. Namun diakui Sulami, hal itu tidak ditemukan di Jombang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Kemarin sudah cari beras yang biasa dan murah, tapi di pasar Jombang kota ini tidak ada. Rata-rata sudah naik semua. Padahal beras di rumah sudah menipis, sedangkan anak saya tiga masih sekolah semua. Gimana ya, masak kebutuhan pokok masyarakat kecil ini mau dinaikkan terus ke depannya," ucap Sulami.

Meski harga beras naik, Sulami dengan terpaksa tetap membeli beras. Namun ia tak lagi membeli beras sesuai dengan rencana awal. Ia hanya membeli 3 kilogram beras dengan harga Rp9.000 per kg.

"Tetap tak beli, soalnya beras di rumah sudah sangat sedikit. Tapi tetap mengeluh, BBM naik, beras naik, bawang naik, kok semua masyarakat yang di bawah jadi korbannya pemerintah. Ya saya harap bagaimana pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok atau pangan ini kembali," tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.