Sabtu, 20 Jun 2026 03:17 WIB

Ini Pesan Ning Imaz Usai Terima Permintaan Maaf Eko Kuntadhi di Lirboyo

Ning Imaz didampingi suaminya Gus Rifqil usai menerima permintaan maaf Eko Kuntadhi. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Ning Imaz didampingi suaminya Gus Rifqil usai menerima permintaan maaf Eko Kuntadhi. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri – Cuitan menghina yang dilakukan pegiat media sosial Eko Kuntadhi di Twitter, tidak menyurutkan semangat Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra untuk berdakwah.

Ning Imaz mengaku telah menerima permintaan maaf Eko Kuntadhi yang disampaikan secara langsung di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ning Imaz menegaskan peristiwa itu tidak membuatnya kapok berdakwah. Sebaliknya, ia akan tetap bersemangat untuk menyampaikan dakwah, baik melalui media sosial maupun pengajian langsung.

“Tentu saja tidak (kapok),” kata Ning Imaz usai menerima permintaan maaf dari Eko Kuntadhi.

Hari ini usai bertemu dengan Eko Kuntadhi, Ning Imaz langsung bergegas menuju Yogjakarta untuk mengisi dakwah di acara pengajian. Padahal Ning Imaz tengah mengandung. Usia kandungannya 4 menuju 5 bulan.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Didampingi suaminya, Gus Rifqil Muslim, Ning Imaz terlihat cukup tegar.

Dalam kesempatan ini, Ning Imaz juga menyinggung soal pentingnya menghargai perbedaan atas apa yang diyakini orang lain.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Mungkin penghargaan kita terhadap agama berbeda-beda. Tapi apapun yang orang yakini patut dihargai. Penghargaan orang, siapapun terhadap apa yang diyakini patut dihargai. Tidak bisa kita mengolok-olok keyakinan orang,” terangnya.

Ning Imaz mengajak semua orang untuk belajar dari kasus ini. Untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.