Minggu, 14 Jun 2026 23:38 WIB

Menkeu Klaim Inflasi di Indonesia Masih Terkendali

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Sep 2022 09:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.(Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.(Foto: Kemenkeu)

jatimnow.com - Inflasi di Indonesia masih terkendali. Sekalipun saat ini sejumlah negara, termasuk Indonesia, sedang menghadapi tekanan berat dari harga pangan dan energi.

“Jika melihat inflasi Indonesia bulan lalu, Agustus dari 4,9 persen turun sedikit menjadi 4,6 persen. Inflasi biasanya terjadi pada September,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Bloomberg Recovery and Resilience: Spotlight on ASEAN Business yang diselenggarakan secara hybrid, dikutip dari situs resmi Kemenkeu, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Bila dilihat dari komponennya, volatile food merupakan penyumbang inflasi utama. Seperti halnya dari gandum dan minyak goreng yang sangat berkorelasi tinggi dengan situasi geopolitik.

“Jadi pertanyaan dari sudut pandang kebijakan, bagaimana kami akan merespons inflasi yang terutama dari gangguan pasokan. Tadi pagi misalnya, Bapak Presiden berkali-kali berdiskusi dengan seluruh gubernur dan wali kota agar bisa melihat detail dari mana tekanan harga ini berasal. Terutama untuk harga makanan yang menurut saya bisa dicegah,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Inflasi Kota Kediri Mei Terkendali, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Sementara itu, tekanan sektor energi menyebabkan pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Solar dan Pertalite mengalami kenaikan harga rata-rata 30 persen. Di satu sisin, kebijakan ini melepaskan tekanan pada anggaran subsidi. Namun di sisi lain, meningkatkan inflasi administered price.

“Jadi kami mencoba untuk memastikan bahwa pertama jika masalah datang dari sisi pasokan, kami akan mengatasi di sisi pasokan,” tandasnya.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Menkeu memaparkan pula bahwa Bank Indonesia sebagai otoritas sisi moneter juga menetapkan kebijakan yang mampu mengelola ekspektasi inflasi serta stabilitas rupiah. Di tengah dolar yang terus menguat, depresiasi Indonesia sekitar 4,5 persen terhitung ringan atau sedang jika dibandingkan dengan banyak negara lain. Hal ini karena kinerja neraca pembayaran Indonesia cukup baik.

“Neraca perdagangan telah surplus selama 27 bulan. Jadi kami memiliki lebih banyak ketahanan di sisi eksternal. Tetapi kami tahu bahwa situasi global tidak akan mudah,” pungkas Sri Mulyani.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.