Kamis, 18 Jun 2026 01:35 WIB

Rumah Kebangsaan Jatim, Tempat Diskusi Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia

Peresmian Rumah Kebangsaan Jawa Timur (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Peresmian Rumah Kebangsaan Jawa Timur (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Irjen Pol Nico Afinta dan Kabinda Brigjen TNI Fahmi Suderman meresmikan Rumah Kebangsaan di Jalan Jemursari VI Nomor 01, Surabaya, Selasa (13/9/2022).

Rumah Kebangsaan ini merupakan tempat untuk berkonsolidasi dan berdiskusi berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di Jatim, seperti HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, KAMMI, SEMMI, IMM, BEM SI, BEMNUS, BEM PTNU dan BEM PTMI. Mereka tergabung dalam Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Khofifah mengatakan bahwa Rumah Kebangsaan Jawa Timur ini menjadi gabungan dari social capital dan intelectual capital. Di mana yang ada di Rumah Kebangsaan ini gabungan tidak hanya dari organisasi kemahasiswaan intra kampus, juga ekstra kampus.

"Seringkali orang memperbincangkan soal social capital, tapi sedikit yang memperbincangkan soal intellectual capital. Tapi Rumah Kebangsaan ini adalah kekuatan dari keduanya yang dimiliki oleh negeri ini, yang kebetulan di Jawa Timur ini mereka menyiapkan Rumah Kebangsaan Jawa Timur," terang Khofifah.

Rumah Kebangsaan itu akan menjadi bagian yang penting dan menjadi referensi kebangsaan bersama. Di mana di dalam Rumah Kebangsaan ini ada kebersamaan para intelektual muda yang membahas program-program strategis dan produktif, yang bisa memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat Indonesia.

Peresmian Rumah Kebangsaan Jawa Timur Peresmian Rumah Kebangsaan Jawa Timur

Untuk itu Khofifah mengajak Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia yang ada di dalam Rumah Kebangsaan untuk bersinergi dan berkolaborasi di berbagai program, baik bersifat lokal, regional maupun nasional bahkan global.

Dengan adanya Rumah Kebangsaan ini, maka format partnership, sinergi dan kolaborasi dari berbagai program tersebut akan lebih mudah dibangun. Salah satu contohnya adalah inisiasi program tanam mangrove.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya juga sedang menggerakkan untuk sedekah oksigen melalui tanam mangrove. Kalau diniatkan sedekah oksigen, insyaAllah akan jadi amal ibadah kita semua. Karena kapan kita menanam pada saat yang sama sebetulnya kita bersedekah oksigen untuk semua yang ada di bumi. Karena resonansinya menjadi paru-paru dunia," papar dia.

Tidak hanya di program lingkungan hidup, orang nomor satu di Jatim ini juga memberikan apresiasi atas rencana program Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia untuk ikut dalam program penurunan stunting.

"Jangan menunggu kapan, tapi sekarang kita mulai bergerak. Gerakan menurunkan stunting ini butuh proses tidak bisa hari ini dikasih gizi kemudian minggu depan jadi baik, tapi ini butuh proses. Kalau gerakan mahasiswa menjadi bagian penguatan gerakan anti stunting hal ini akan jadi sesuatu yang luar biasa strategis karena menyelamatkan generasi masa depan," jelas dia.

Karena, salah satu kunci dan ruh revolusi industri 4.0 adalah sinergi dan kolaborasi. Di mana saat ini seseorang maupun institusi tidak bisa besar atau kuat sendiri. Selain kerja keras dan profesional juga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Maka Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia dalam format rumah kebangsaannya bisa menjawab sinergi dan kolaborasi ini karena sinergi dan kolaborasi ini akan menjadi bagian dari pendorong kuatnya Indonesia," jelas Khofifah.

Sementara Direktur Rumah Kebangsaan, Abdul Ghoni mengatakan, adanya Rumah Kebangsaan Jawa Timur ini diharapkan dapat menjadi lokomotif besar yang mengakomodasi semua kepentingan organisasi kepemudaan di Jatim, yang tergabung dalam Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia.

"Ide ini berawal dari bulan April kemarin. Di mana teman-teman pergerakan dan kemahasiswaaan ini harus kita fasilitasi di beberapa hal. Karena ini merupakan anak bangsa yang bertugas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," tandas Ghoni.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.